Kurangi Debu Proyek Jalan Tuparev, DPUPR Karawang Lakukan Penyiraman Berkala
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang menyiapkan langkah untuk mengurangi debu selama pemeliharaan Jalan Tuparev. Pembersihan dilakukan pada malam hari dan disertai penyiraman secara berkala.
Kepala DPUPR Karawang, Rusman Kusnadi, mengatakan langkah tersebut dilakukan mulai Selasa (13/10/2026) malam untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait debu di sekitar lokasi proyek.
“Mulai malam hari ini, kami akan melakukan pembersihan debu agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Penyiraman juga akan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Rusman, Selasa (13/10/2026).
Ia juga meminta maaf kepada pengendara, pengguna jalan, dan pemilik toko yang terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung. Kami berupaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama debu, sehingga masyarakat tetap nyaman beraktivitas,” ujarnya.
Rusman menjelaskan, pemeliharaan Jalan Tuparev meliputi perbaikan paving block yang rusak di sejumlah segmen. Material lama akan diangkat, kemudian bagian hamparan diperbaiki sebelum dipasang material baru.
“Pekerjaan ini mencakup perbaikan paving block yang rusak di beberapa segmen Jalan Tuparev dengan panjang penanganan sekitar 502 meter dan lebar 15 meter,” jelasnya.
Proyek tersebut menggunakan APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp597.132.900. Pengerjaan berlangsung selama 60 hari kalender, mulai 31 Agustus hingga 29 Oktober 2026.
Menurut Rusman, pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Ia berharap pembersihan dan penyiraman berkala dapat mengurangi debu, terutama pada pagi hari saat aktivitas masyarakat kembali meningkat.
“Kami akan terus berupaya meminimalkan dampak pekerjaan agar pelaksanaannya berjalan lancar dan hasil perbaikan jalan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Frizky Wibisono