Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Dapat 220 Becak Listrik, Penarik Becak Lansia di Karawang Langsung Konvoi ke Jalan Raya

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:19 WIB
  • author Iqbal Maulana Bahtiar
Dapat 220 Becak Listrik, Penarik Becak Lansia di Karawang Langsung Konvoi ke Jalan Raya
Sebanyak 220 becak listrik disalurkan kepada penarik becak Karawang melalui Yayasan GSN sebagai bagian dari program bantuan Presiden Prabowo. Foto : Iqbal Maulana Bahtiar

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sebanyak 220 unit becak listrik diserahkan kepada penarik becak lansia di Kabupaten Karawang, Jumat (2/10/2026).

Penyerahan secara simbolis berlangsung di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Setelah prosesi, sejumlah penerima langsung membawa becak listrik tersebut keluar dari area Pemkab dan melakukan konvoi menuju jalan raya.

Bantuan becak listrik tersebut merupakan bagian dari program Presiden RI Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Dalam kegiatan tersebut, turut disalurkan sejumlah bantuan lainnya, seperti tablet pintar, pembangunan hunian layak huni, sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta bantuan pembangunan posyandu.

Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko mengatakan, penyaluran becak listrik dilakukan secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk Kabupaten Karawang, sebanyak 220 unit diberikan kepada penerima yang telah melalui proses verifikasi.

“Sekarang sudah Rp12.000 sekian,” kata Teguh saat ditanya mengenai jumlah becak listrik yang telah didistribusikan secara nasional.

Menurutnya, distribusi saat ini masih lebih banyak dilakukan di Pulau Jawa karena jumlah penarik becak di wilayah tersebut cukup besar.

“Tapi lebih fokus di daerah Jawa. Karena secara umum populasi paling banyak adalah Jawa,” ujarnya.

Teguh menyebut, bantuan juga akan diperluas ke wilayah lain di Indonesia. Salah satunya Papua yang telah mengajukan permintaan bantuan melalui surat.

“Ada juga permintaan dari Papua, sudah bersurat kepada kami. Kami sedang rencanakan untuk kirim ke sana,” katanya.

Ia menjelaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap mengikuti proses produksi becak listrik. Setelah produksi selesai, unit akan kembali didistribusikan kepada daerah dan penerima yang belum mendapatkan bantuan.

“Sehingga targetnya seluruh penarik becak akan dapat becak listrik. Targetnya demikian,” ucapnya.

Dalam penentuan penerima, kelompok lanjut usia menjadi salah satu prioritas. Penyaluran dimulai dari penarik becak berusia sekitar 80 tahun, kemudian dilanjutkan kepada kelompok usia 70 tahun hingga 60 tahun.

“Kalau usia ada 80, 80 dulu kira-kira. Kemudian turun ke 70. Kalau semua 70 sudah dapat semua, turun ke 60,” jelas Teguh.

Becak listrik tersebut merupakan produk dalam negeri buatan PT Pindad. Menurut Teguh, kendaraan itu telah mengalami sejumlah penyempurnaan, termasuk kemampuan membawa beban dan melintasi tanjakan.

“Sekarang sudah jauh lebih disempurnakan dibanding yang sebelum-sebelumnya. Tanjakan, apa segala macam,” katanya.

Ia menyebut becak listrik tersebut mampu membawa beban hingga sekitar 250 kilogram.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh penarik becak yang sesuai dengan kriteria.

Aep menilai penggunaan becak listrik dapat meringankan pekerjaan para penarik becak karena tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia.

“Ini justru malah lebih ringan, lebih enak,” kata Aep.

Pemkab Karawang juga akan memperhatikan kebutuhan perawatan becak listrik tersebut. Salah satunya dengan mendorong tersedianya fasilitas pendukung di pangkalan-pangkalan becak.

“Nanti meminta minimal di setiap pangkalan,” ujarnya.

Teguh menegaskan, becak listrik yang telah diberikan tidak boleh diperjualbelikan. Kendaraan tersebut boleh digunakan atau diteruskan kepada anak penerima, tetapi tidak untuk dijual.

“Diturunkan ke anaknya boleh, tapi tidak boleh dijual,” tegasnya.

Usai penyerahan simbolis, sejumlah perwakilan penerima menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung. Setelah itu, para penerima membawa becak listrik keluar dari kompleks Pemkab Karawang dan melakukan konvoi menuju jalan raya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut