Pamit Jadi Panitia 17an, Dion Ditemukan Tewas di Irigasi Batujaya, Polisi Lakukan Penyelidikan
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Warga Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di sebuah kali.
Korban diketahui bernama Dion (27), yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang selama satu malam.
Polisi kini turun tangan untuk mengungkap penyebab kematian Dion. Dugaan korban mengalami tindak kekerasan juga masih dalam pendalaman aparat kepolisian.
Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prihatinto mengatakan tim Reskrim Polresta Karawang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Polisi juga menemui keluarga korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Untuk sementara kejadian yang anak kecil yang diduga dianiaya, meninggal karena dianiaya, saat ini tim dari Reskrim termasuk Kasat Reskrim sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti, baik bertemu keluarganya maupun olah TKP,” ujar Mario saat ditemui di Mapolresta Karawang, Sabtu (29/8/2026).
Mario mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga mempertimbangkan langkah autopsi untuk kepentingan penyelidikan.
“Masih menemui keluarganya terlebih dahulu. Setelah itu nanti baru tindak lanjut apakah dilakukan penyelidikan ataupun langsung dilaksanakan autopsi dan lainnya,” katanya.
Mengenai kronologi Dion sebelum ditemukan meninggal, Mario belum memberikan penjelasan lebih jauh karena masih dalam proses pendalaman.
“Ini masih kita dalami. Nanti masih kita dalami, mudah-mudahan nanti dengan segera info yang didapat,” ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab kematian Dion, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana.
Sementara itu, ibu korban, Maryati, mengatakan Dion merupakan panitia dalam kegiatan tujuh belasan. Ia menyebut anaknya tidak mengikuti perlombaan dan bertugas sebagai panitia kegiatan.
“Panitia. Dia enggak ada lomba, panitia dia,” kata Maryati.
Maryati mengaku mulai cemas setelah Dion tidak kunjung pulang hingga malam hari. Sekitar pukul 22.00 WIB, ia kemudian mencari keberadaan anaknya dan menanyakan kepada sejumlah teman Dion.
“Jam 10.00 kok anak saya belum balik? Orang-orang sudah pada balik. Kan lomba siang-siang juga sudah balik. Jadi saya cari tuh ke jalanan,” tuturnya.
Pencarian dilakukan hingga dini hari. Namun, telepon genggam Dion sudah tidak aktif sehingga keluarga kesulitan mengetahui keberadaannya.
“Enggak bisa, Pak. Enggak aktif, handphonenya enggak aktif, saya telepon,” ungkap Maryati.
Hingga akhirnya, warga dikejutkan dengan penemuan jasad di kali sekitar pukul 13.30 WIB. Warga kemudian mengenali jasad tersebut sebagai Dion.
“Sudah jam 13.30 ramai orang. ‘Ada mayat, ada mayat,’ begitu. Tetangga saya pada lompat semua. Katanya, ‘Dion, Dion’,” kata Maryati dengan nada sedih.
Maryati mengaku mendapat informasi dari warga mengenai adanya sejumlah luka pada tubuh anaknya. Namun, ia mengaku tidak sanggup melihat langsung kondisi jenazah Dion.
“Katanya ada bekas tusukan. Matanya juga ke dalam, Pak, itu mata seperti bekas tonjokan. Darah dari mata itu yang banyak,” ujarnya.
Penemuan jasad tersebut membuat keluarga meminta kepolisian segera mengungkap penyebab kematian Dion. Maryati berharap polisi dapat memastikan apakah anaknya menjadi korban tindak kekerasan.
“Saya berharap polisi segera mengusut sampai tuntas. Kalau memang ada yang melakukan kekerasan, saya ingin pelakunya ditemukan dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono