Kemarau Ekstrem Picu Kebakaran Lahan, BPBD Karawang Catat 50 Kejadian Sepanjang Agustus
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Karawang meningkatkan risiko kebakaran lahan. Sepanjang Agustus 2026, tercatat sekitar 50 kejadian kebakaran lahan ditangani petugas pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Karawang.
Bahkan, dalam satu hari satu malam, petugas Damkar Karawang harus menangani hingga 10 kejadian kebakaran di sejumlah lokasi.
Ketua Tim Damkar BPBD Karawang, Rudi Suardi, mengatakan mayoritas kebakaran terjadi pada lahan yang ditumbuhi alang-alang dan berada dalam kondisi kering akibat cuaca panas.
“Dari tanggal 1 sampai sekarang itu ada sekitar 50-an. Bisa 10 kali. Kemarin 10 kali satu hari satu malam kebakaran,” ujar Rudi saat ditemui di sela-sela tugasnya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Rudi, kondisi kemarau ekstrem membuat lahan menjadi lebih mudah terbakar. Percikan api kecil dapat dengan cepat merambat karena vegetasi dalam kondisi kering.
Selain faktor cuaca, sejumlah kebakaran juga dipicu aktivitas manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah.
“Selain faktor cuaca, ada juga ulah oknum yang buang putung dan membakar sampah, sehingga memicu terjadinya kebakaran,” ungkapnya.
Rudi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca panas dan kering. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama membakar sampah atau lahan secara sembarangan.
“Tujuan kita adalah memproteksi supaya jangan sampai terjadi hal-hal demikian. Kita selalu mengimbau kepada masyarakat, jaga dan hindari bahaya kebakaran,” katanya.
Meski jumlah kejadian cukup tinggi, Rudi menyebut petugas Damkar Karawang sejauh ini tidak mengalami kendala berarti dalam menangani kebakaran. Hambatan seperti kepadatan lalu lintas saat menuju lokasi masih dianggap sebagai kendala yang wajar.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kecepatan laporan dinilai penting agar api dapat segera dipadamkan sebelum merambat dan meluas.
“Kemarau ekstrem membuat kondisi lahan sangat mudah terbakar. Karena itu, kami meminta masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan dan segera melapor jika melihat titik api,” pungkasnya.
Editor: Frizky Wibisono