get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Dinilai Lebih Menjanjikan, Karawang Diserbu Gepeng Luar Daerah, Penghasilan Tembus Rp4 Juta Perbulan

Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:15 WIB
header img
Dinilai Lebih Menjanjikan, Karawang Diserbu Gepeng Luar Daerah, Penghasilan Tembus Rp4 Juta Perbulan. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Potensi ekonomi di Kabupaten Karawang tak hanya menarik para pencari kerja, tetapi juga gelandangan dan pengemis (gepeng), pemulung, pengamen hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari berbagai daerah. Mereka datang karena menilai peluang memperoleh penghasilan di Karawang lebih besar dibandingkan di daerah asal.

Fakta tersebut terungkap saat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang bersama Satpol PP dan Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Karawang menggelar penjangkauan terhadap gepeng, pengemis, pengamen dan ODGJ pada Kamis (23/7/2026) malam.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang, Marwati, mengatakan dalam kegiatan tersebut petugas menjaring 52 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 18 orang merupakan pendatang dari luar Kabupaten Karawang, sedangkan 34 lainnya merupakan warga Karawang.

"Sebanyak 52 orang terjaring. Delapan belas orang berasal dari luar Karawang, sedangkan sisanya merupakan warga Karawang," kata Marwati.

Menurutnya, tidak semua pendatang merupakan kelompok yang berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Sebagian memang sengaja datang ke Karawang karena menganggap daerah ini lebih menjanjikan untuk memperoleh penghasilan.

Ia menjelaskan, Karawang yang merupakan kawasan industri sekaligus daerah perlintasan menjadi salah satu alasan banyak gepeng, pengamen maupun pemulung memilih beraktivitas di wilayah tersebut. Bahkan, sejumlah pemulung mengaku harga jual barang rongsokan di Karawang lebih tinggi dibandingkan di daerah asal.

"Ada yang mengatakan harga rongsok di daerah asal hanya sekitar Rp5.000 per kilogram, sedangkan di Karawang bisa mencapai Rp6.000. Itu yang membuat mereka lebih tertarik datang ke Karawang," tuturnya.

Selain menjaring pemulung, pengemis dan pengamen, petugas juga menemukan enam orang yang diduga mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan hasil asesmen bersama Dinas Kesehatan, sebagian di antaranya merupakan pasien yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, namun kondisinya kembali memburuk karena putus mengonsumsi obat.

"Sekitar enam orang terduga ODGJ berhasil dijangkau. Ada yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, namun diduga kambuh karena putus obat. Dua orang di antaranya saat ini masih menjalani proses administrasi untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa," katanya.

Marwati menambahkan, sebagian ODGJ yang terjaring masih memiliki keluarga. Bahkan ada keluarga yang datang langsung ke Dinsos untuk menjemput, namun diminta menunggu hingga proses administrasi selesai. Beberapa keluarga juga mengajukan permohonan agar anggota keluarganya menjalani rehabilitasi karena sudah tidak mampu merawatnya di rumah.

Sementara itu, asal daerah para gepeng dari luar Karawang cukup beragam, mulai dari Bandar Lampung, Jawa Timur hingga sejumlah daerah di Jawa Barat. Bandar Lampung menjadi daerah asal terjauh yang ditemukan dalam penjangkauan tersebut.

Petugas juga mendapati dua anak yang masih bersama orang tuanya saat berada di lokasi penjangkauan. Keduanya berasal dari Bekasi dan Karawang.

Dari hasil pendataan, penghasilan para gepeng dan pengamen di Karawang bervariasi. Sebagian mengaku mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp70.000 hingga Rp150.000 per hari.

Meski demikian, Dinsos masih menemukan sejumlah orang yang telah menerima bantuan sosial dari pemerintah tetapi tetap turun ke jalan untuk mengemis. Mereka kemudian diberikan pembinaan dan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami menemukan ada beberapa yang sebenarnya sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kami edukasi agar tidak kembali mengemis karena pemerintah sudah hadir membantu mereka. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinsos Karawang akan terus mengintensifkan penjangkauan karena pendatang dari luar daerah terus berdatangan secara bergantian.

Selain itu, empat orang hasil penjangkauan akan diusulkan mengikuti program pembinaan di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Mereka akan menjalani pelatihan keterampilan selama tiga bulan agar memiliki bekal untuk bekerja dan tidak kembali hidup di jalanan.

"Kami berharap Karawang ke depan bisa menjadi daerah yang zero gepeng dan ODGJ di jalanan. Upaya penjangkauan akan terus kami lakukan dengan dukungan semua pihak," pungkas Marwati.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut