Kutu Beras Masuk ke Telinga Warga hingga Berdarah, Teror Hama di Karawang Picu Keluhan Kesehatan
KARAWANG, iNEWSKarawang.id - Teror kutu beras di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, tak lagi sekadar mengotori rumah warga. Serangan hama yang diduga berasal dari gudang penyimpanan beras di sekitar permukiman itu kini memicu keluhan kesehatan, mulai dari telinga berdarah hingga mata anak membengkak.
Salah seorang warga, H. Ahmad Kamil mengaku istrinya mengalami pendarahan setelah seekor kutu beras masuk ke telinganya pada Sabtu malam. Ia juga menyebut anak tetangganya mengalami kejadian serupa.
"Sabtu malam istri saya kemasukan kutu beras sampai telinganya mengeluarkan darah. Anak tetangga juga mengalami hal yang sama," katanya.
Warga lainnya, Anah, mengatakan anaknya mengalami mata bengkak yang diduga berkaitan dengan banyaknya kutu beras di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Kalau keluar rumah, kutunya sangat banyak. Anak saya matanya bengkak. Sudah kami laporkan, tapi belum ada tanggapan. Harusnya segera dilakukan penyemprotan," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bulog Karawang, Rafki Ismael, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut bersama pengelola gudang.
Rafki menjelaskan, Bulog telah menerapkan Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT) sebagai standar dalam mengendalikan hama selama proses penyimpanan beras.
"Pada penyimpanan beras, hama memang memiliki siklus hidup. Karena itu kami terus melakukan upaya pengendalian melalui berbagai langkah, seperti fumigasi pada komoditas dan penyemprotan (spraying) di lingkungan gudang. Langkah tersebut bertujuan mengendalikan tingkat serangan hama di gudang penyimpanan beras Bulog," ujarnya.
Ia menambahkan, Bulog bersama pihak pengelola gudang, BGR, telah melakukan monitoring langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Kami bersama teman-teman BGR sudah melakukan monitoring ke lapangan. Memang ada beberapa warga yang terdampak, dan hal itu sudah kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera teratasi. Bulog bersama BGR akan bertanggung jawab agar kenyamanan masyarakat di sekitar gudang tetap terjaga," katanya.
Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas beras, Rafki memastikan keberadaan kutu beras tidak memengaruhi mutu beras yang akan disalurkan kepada masyarakat.
"Kutu beras yang ada merupakan hama sekunder, sehingga tidak menyerang komoditas secara langsung. Sebelum beras disalurkan, kami juga rutin melakukan proses pengolahan dan pemeriksaan kualitas. Karena itu, kami memastikan beras yang diterima masyarakat tetap dalam kondisi baik dan layak konsumsi," pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono