get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Dorong Desa Wisata Naik Kelas, Disparpora Karawang Genjot Pendampingan dan Penguatan SDM

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:42 WIB
header img
Dorong Desa Wisata Naik Kelas, Disparpora Karawang Genjot Pendampingan dan Penguatan SDM. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang terus memperkuat strategi pengembangan desa wisata melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor guna mendorong desa wisata naik kelas.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparpora Karawang, Lusi Asela, mengatakan saat ini terdapat delapan desa wisata yang telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK). Dari jumlah tersebut, enam desa masih berada pada tahap rintisan dan dua desa telah berstatus berkembang.

“Yang sudah masuk kategori berkembang saat ini adalah Desa Sedari dan Desa Karangjaya. Sementara enam desa lainnya masih berada pada tahap rintisan,” kata Lusi.

Ia menjelaskan, pengembangan desa wisata memiliki tahapan yang harus dilalui, mulai dari rintisan, berkembang, maju hingga mandiri. Karena itu, diperlukan proses panjang dan konsisten agar desa wisata dapat naik kelas.

Menurutnya, Disparpora terus melakukan upskilling melalui pendampingan peningkatan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pengembangan digital marketing.

“Pendampingan sangat penting karena harus ada mentor yang siap mendukung, mengarahkan, dan memastikan seluruh program berjalan sesuai target. Pokdarwis juga perlu didampingi dalam pengelolaan desa wisata dan tidak bisa dilepas begitu saja setelah ditetapkan melalui SK,” ujarnya.

Selain pendampingan, Disparpora juga menerapkan pendekatan pentahelix melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, perusahaan, akademisi, komunitas, dan media untuk menyelaraskan berbagai program pengembangan.

Lusi menjelaskan, desa wisata akan dievaluasi setiap dua tahun sekali. Apabila tidak menunjukkan perkembangan atau tidak dikelola dengan baik, status desa wisata dapat dicabut.

“Insyaallah pada penilaian berikutnya kami menargetkan ada desa wisata di Karawang yang bisa naik kelas,” katanya.

Dalam upaya percepatan pengembangan desa wisata, Disparpora bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga aktif menggandeng dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Salah satu contohnya berada di Situ Darwin yang memperoleh bantuan dari Pupuk Kujang berupa benih, peralatan untuk pelaku UMKM, serta pembangunan sarana dan prasarana seperti jogging track dan gerbang kawasan.

Bantuan serupa juga diberikan di Desa Curug berupa pengembangan minapadi, gerai UMKM, dan mini gate. Sementara di Kamojing terdapat pembangunan pendopo, perbaikan jalan, gerbang, dan penanaman pohon. Di Tangkolak, dukungan diwujudkan melalui pembangunan gapura, gazebo, pelatihan UMKM, hingga perbaikan jalan.

Lusi menegaskan bahwa peningkatan desa wisata tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Jadi bicara peningkatan desa wisata itu tidak mudah dan tidak melulu harus mengandalkan APBD. Kolaborasi menjadi salah satu kunci agar desa wisata bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan selama ini telah membuahkan hasil. Pada tahun lalu, Karawang berhasil meraih predikat desa wisata terbaik kedua tingkat Jawa Barat serta penghargaan mentor terbaik kelima.

Menurut Lusi, potensi desa wisata di Karawang sangat besar karena hampir seluruh sektor pariwisata dimiliki daerah tersebut, mulai dari wisata pesisir, pertanian, perikanan, budaya, sejarah, hingga wisata alam dan buatan.

“Potensi desa wisata di Karawang sangat tinggi karena kita memiliki hampir semua sektor. Ada pantai, pertanian, perikanan, budaya, sejarah, hingga potensi alam lainnya. Tinggal bagaimana semuanya dikelola dan dikembangkan secara bersama-sama agar bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat,” kata Lusi.

Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat mendorong desa wisata di Karawang semakin maju dan diminati wisatawan.

“Ini menjadi semangat bagi instansi, forum desa wisata, dan desa-desa lain di Karawang untuk bisa menunjukkan keunggulan masing-masing serta bersama-sama memajukan pariwisata daerah,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut