get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Ketua MUI Karawang Bagikan Doa Agar Rumah Tangga Terhindar dari Orang Ketiga dan Ani-Ani

Rabu, 17 Juni 2026 | 23:35 WIB
header img
Doa agar terhindar dari godaan orang ketiga dan ani-ani. Foto : Ilustrasi

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Fenomena keterlibatan wanita simpanan atau yang populer disebut “ani-ani” dalam sejumlah kasus korupsi belakangan menjadi sorotan publik. Selain merugikan negara, kasus tersebut juga kerap berujung pada keretakan rumah tangga dan rusaknya reputasi keluarga.

Menyikapi fenomena itu, Ketua MUI Karawang Tajuddin Nur mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan keharmonisan keluarga sebagai benteng dari berbagai godaan, termasuk hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga.

Menurut Tajuddin Nur, maraknya kasus perselingkuhan yang menyeret pejabat publik menjadi pelajaran bahwa jabatan dan harta tidak menjamin seseorang terhindar dari godaan.

“Rumah tangga itu harus dijaga bersama. Selain ikhtiar lahiriah seperti komunikasi yang baik, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Tajddin Nur.

Ia menegaskan, menjaga keluarga tidak cukup hanya dengan pemenuhan materi, tetapi juga perlu diperkuat dengan nilai agama, akhlak, dan ibadah.

“Yang paling penting adalah menjaga iman, akhlak, dan komunikasi dalam rumah tangga. Doa menjadi ikhtiar batin, sementara sikap saling menjaga adalah ikhtiar lahir,” katanya.

Sebagai ikhtiar spiritual, Tajuddin membagikan amalan ayat Al-Qur’an yang dianjurkan dibaca tiga kali setelah salat Subuh:

‎أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Latin: Afaghaira dīnillāhi yabghūna wa lahu aslama man fis-samāwāti wal-ardhi thaw‘an wa karhan wa ilaihi yurja‘ūn.

Selain itu, ia juga menganjurkan membaca doa berikut sebanyak tujuh kali pada pagi dan sore hari:

‎حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Latin: Hasbiyallāhu lā ilāha illā huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhīm.

Menurut Tajuddin, doa tersebut bukan sekadar memohon perlindungan dari gangguan orang ketiga, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketakwaan dan menjaga keutuhan rumah tangga.

Fenomena keterlibatan wanita simpanan dalam kasus korupsi sendiri kerap menjadi perhatian publik. Dalam sejumlah perkara yang terungkap, aliran dana hasil tindak pidana korupsi tidak jarang digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah maupun relasi di luar pernikahan. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya kejahatan terhadap keuangan negara, tetapi juga dapat menghancurkan moral dan ketahanan keluarga.

Tajuddin berharap masyarakat, khususnya para pejabat dan pemegang amanah publik, mampu menjaga integritas serta keharmonisan keluarga agar terhindar dari perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

“Semoga setiap keluarga dapat mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta dijauhkan dari berbagai fitnah dan godaan yang dapat merusak keutuhan keluarga,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut