233 Kasus HIV Ditemukan di Karawang, Dinkes Sebut Didominasi 'Kaum Sodom'
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mengungkap kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi penyumbang kasus HIV terbanyak yang ditemukan di Karawang sepanjang Januari hingga April 2026.
Data Dinkes Karawang mencatat terdapat 233 kasus HIV baru yang terdeteksi melalui program skrining dan deteksi dini di fasilitas kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 kasus berasal dari kelompok LSL atau sekitar sepertiga dari total temuan kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan kelompok LSL menjadi kategori dengan jumlah temuan HIV tertinggi dibanding kelompok lainnya.
“Kasus yang paling banyak ditemukan memang berasal dari kelompok LSL, yaitu sebanyak 86 kasus dari total 233 kasus HIV yang terdeteksi hingga April 2026,” kata Yayuk, Rabu (10/6/2026).
Temuan tersebut mencuat di tengah sorotan publik terkait viralnya dugaan pesta gay di salah satu tempat hiburan malam di Karawang. Namun, Dinkes menegaskan tidak memiliki data yang menghubungkan temuan kasus HIV dengan lokasi tertentu.
“Kalau ditemukan langsung di THM tidak ada. Data kami berasal dari hasil pemeriksaan di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Yayuk, tingginya temuan kasus pada kelompok LSL menjadi indikator penting bahwa edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku berisiko perlu terus diperkuat.
Selain kelompok LSL, kasus HIV juga ditemukan pada pasien tuberkulosis (TBC), pasangan berisiko tinggi, ibu hamil, calon pengantin, pelanggan pekerja seks, penderita infeksi menular seksual (IMS), waria, serta kasus penularan dari ibu ke anak.
Dinkes juga mencatat mayoritas penderita HIV yang ditemukan berada pada usia produktif. Kelompok usia 25 hingga 49 tahun menjadi yang paling dominan, disusul kelompok usia 20 hingga 24 tahun.
“Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk memahami kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko agar penularan HIV dapat dicegah,” katanya.
Untuk menekan angka penularan, Dinkes Karawang terus memperluas layanan pemeriksaan HIV gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Hingga April 2026, capaian pemeriksaan HIV di Karawang telah mencapai 28,8 persen dari target tahunan sebanyak 54.240 orang.
Yayuk menambahkan, seluruh puskesmas di Karawang saat ini telah mampu memberikan layanan pengobatan HIV bagi pasien yang terdiagnosis.
“Virus HIV memang tidak dapat dihilangkan, tetapi bisa disupresi melalui pengobatan rutin sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono