Kasus Kematian Pelajar di Batujaya Masih Diselidiki, Polres Karawang Imbau Warga Tak Beropini
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Polres Karawang meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait kematian remaja berinisial AF (15), pelajar asal Kecamatan Batujaya, yang ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.
Korban sebelumnya diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk menonton pertandingan Persib melawan Persija pada Minggu (10/5/2026). Namun hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan polisi.
Kasi Humas Polres Karawang IPDA Cep Wildan mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut dan meminta masyarakat menunggu hasil resmi penyelidikan.
“Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait peristiwa ini. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan menyerahkan proses penanganannya kepada kepolisian,” ujar Cep Wildan, Senin (11/5/2026).
AF ditemukan meninggal dunia di bawah tanggul bantaran Sungai Citarum, Dusun Batujaya, Desa Batujaya, sekitar pukul 10.00 WIB oleh warga yang sedang mencari jantung pisang.
Setelah menerima laporan, personel Samapta Polres Karawang bersama Polsek Batujaya dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karawang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Polisi juga membawa jenazah korban ke RSUD Karawang untuk dilakukan pemeriksaan luar dan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial, Senior Viking Karawang, Rony Bochung, meminta masyarakat tidak menggiring opini terkait identitas maupun latar belakang korban sebelum ada hasil resmi dari kepolisian.
Ia membantah kabar yang menyebut korban merupakan bobotoh atau anggota Viking hanya karena mengenakan sweater berwarna biru saat ditemukan.
“Yang berkembang sekarang korban disebut bobotoh karena saat ditemukan memakai sweater biru. Padahal itu hanya sweater biasa, bukan atribut Viking atau bobotoh,” ujar Rony.
Menurutnya, semua pihak harus menghormati proses penyelidikan yang masih berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Hingga kini, Satreskrim Polres Karawang bersama Polsek Batujaya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Editor : Frizky Wibisono