get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Pelaksanaan TKA SMP di Karawang Terkendala Sarana, 30 Persen Sekolah Kekurangan Komputer

Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB
header img
Pelaksanaan TKA SMP di Karawang Terkendala Sarana, 30 Persen Sekolah Kekurangan Komputer. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP di Kabupaten Karawang masih menghadapi kendala keterbatasan sarana, khususnya perangkat komputer. Kondisi ini membuat beberapa sekolah terpaksa meminjam perangkat bahkan harus menumpang ke SMA/SMK dan Universitas terdekat untuk melaksanakan TKA. 

Berdasarkan data yang dihimpun iNEWSKarawang.id, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang mencatat, dari total 217 sekolah peserta, sekitar 63 sekolah masih menggunakan komputer yang bukan milik sendiri atau “klien bukan milik”. Artinya, hampir 30 persen sekolah masih bergantung pada perangkat pinjaman maupun sewa dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Sementara itu, berdasarkan pantauan pewarta di lapangan, sekitar 11 sekolah bahkan belum dapat melaksanakan ujian secara mandiri dan masih harus menumpang ke sekolah lain akibat keterbatasan fasilitas. Sedikitnya 644 unit komputer yang digunakan dalam TKA jenjang SMP di Karawang merupakan perangkat pinjaman dan sewa, bukan milik pribadi sekolah.

Pelaksanaan TKA di Karawang juga terpaksa digelar secara bertahap pada 6 hingga 16 April 2026 dan dibagi dalam beberapa gelombang, mulai dari gelombang 1 hingga gelombang 4, serta satu gelombang khusus. Dalam setiap harinya, ujian dibagi menjadi empat sesi.

Sistem pelaksanaan berlapis ini diterapkan untuk menyesuaikan dengan keterbatasan perangkat komputer di masing-masing sekolah. Dengan jumlah perangkat yang terbatas, sekolah harus mengatur jadwal secara bergiliran agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian.

Padahal, pelaksanaan TKA merupakan program strategis yang bersifat wajib sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan melalui sistem evaluasi berbasis kompetensi.

Keterbatasan sarana tersebut juga berpotensi berdampak pada peserta didik. Penggunaan perangkat pinjaman, perbedaan lingkungan ujian, hingga perpindahan lokasi pelaksanaan dinilai dapat mengganggu konsentrasi siswa saat mengerjakan soal, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap hasil atau nilai TKA.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah menyatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan agar pelaksanaan TKA tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan yang ada.

“Pelaksanaan TKA tetap kita upayakan berjalan maksimal. Untuk sekolah yang belum memiliki perangkat memadai, difasilitasi melalui pola menumpang atau penggunaan perangkat pinjaman agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian,” ujar Wawan ketika dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, kedepan pemerintah daerah secara bertahap akan mendorong pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk pengadaan perangkat komputer di sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan.

“Ke depan ini menjadi perhatian kami untuk meningkatkan ketersediaan perangkat. Namun yang utama saat ini adalah memastikan seluruh peserta didik tetap terlayani,” katanya.

Kondisi ini menjadi catatan bagi pemerintah daerah terkait pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan ujian berbasis digital yang kini menjadi standar nasional.

Tanpa langkah percepatan, ketimpangan sarana antarsekolah dikhawatirkan akan terus berulang pada pelaksanaan evaluasi pendidikan di masa mendatang.

“Ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan seluruh sekolah memiliki kesiapan perangkat yang memadai, sehingga pelaksanaan ujian dapat berlangsung lebih optimal dan merata,” tutupnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut