Kisah Dibalik Pesona Curug Cigentis Karawang, Dari Sosok Nyai Gentis Sari hingga Pusaka Sakti
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Curug Cigentis di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah panjang sebelum dikenal luas sebagai destinasi wisata.
Pengelola Palawi (Perhutani Alam Wisata), Marhum (55) mengungkapkan bahwa nama Cigentis berasal dari sosok yang dipercaya masyarakat sebagai penunggu kawasan tersebut, yakni Nyai Gentis Sari. Kepercayaan ini telah ada sejak puluhan tahun lalu dan masih dikenal hingga kini.
“Nama Cigentis itu merujuk ke Nyai Gentis Sari. Sudah ada dari tahun 70-an. Dulu belum seperti sekarang, masih hutan,” ujarnya, Minggu (6/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelum dikenal sebagai Curug Cigentis, kawasan tersebut memiliki nama lain, yakni Curug Panyipuhan. Pada masa itu, kondisi wilayah masih berupa hutan alami yang belum tersentuh pengelolaan maupun fasilitas pendukung wisata.
Masyarakat sekitar pada waktu itu lebih mengenal kawasan tersebut sebagai tempat alami yang belum banyak dikunjungi. Akses menuju lokasi pun masih terbatas dan belum tertata seperti saat ini.
Perubahan mulai terjadi sekitar tahun 1997. Saat itu, kawasan Curug mulai dibuka sebagai objek wisata dan dilakukan penataan secara bertahap. Infrastruktur dasar seperti jalur akses dan tangga mulai dibangun untuk memudahkan pengunjung mencapai lokasi air terjun.
“Sekitar tahun 1997 mulai dibuka dan ditata, termasuk dibuat tangga untuk akses ke bawah,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, Curug Cigentis terus berkembang. Pengelolaan kawasan ini kini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Buana Mekar, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga dukungan dari pemerintah.
Pengembangan tersebut turut mendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, terutama pada momen libur panjang seperti Lebaran. Selain faktor akses yang semakin baik, lokasi Curug Cigentis yang relatif dekat dari kawasan Karawang, Bekasi, dan Purwakarta juga menjadi daya tarik tersendiri.
Meski telah mengalami banyak perubahan, nilai sejarah yang melekat pada Curug Cigentis tetap dipertahankan. Cerita asal-usul nama hingga kondisi awal kawasan yang masih berupa hutan alami menjadi bagian dari identitas yang terus dikenang oleh masyarakat setempat.
Kini, Curug Cigentis tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki latar belakang sejarah dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Editor : Frizky Wibisono