Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Adiarsa Timur Ambruk Nyaris Rata dengan Tanah
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Angin kencang merobohkan sebuah rumah warga di Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, pada Kamis (19/2/2026) siang, awal Ramadan lalu. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menyebabkan rumah milik Dewi Kumalasari (45) ambruk hampir seluruhnya.
Dewi menuturkan, saat kejadian tidak ada hujan deras yang turun di wilayah tersebut. Namun angin datang secara tiba-tiba dengan tiupan cukup kencang hingga membuat bangunan rumahnya runtuh.
“Awal-awal Ramadan banget, sekitar jam dua siang. Enggak ada hujan, cuma angin kencang, tahu-tahu ambruk,” ujarnya saat ditemui, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, bagian rumah yang roboh meliputi dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Hampir seluruh struktur bangunan terdampak, hanya menyisakan sebagian kecil gudang yang masih berdiri.
Akibat kejadian tersebut, Dewi bersama keluarganya terpaksa mengontrak rumah yang masih berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Dalam satu kontrakan kecil tersebut, enam orang harus tinggal bersama.
Dewi memiliki empat orang anak, dua di antaranya berusia 23 tahun dan 20 tahun yang sudah bekerja, sementara anak lainnya berusia 13 tahun masih duduk di bangku SMP dan 8 tahun masih sekolah dasar. Ia mengaku kondisi ini cukup berat karena sebagian besar kebutuhan rumah tangga ikut rusak tertimpa bangunan.
Menurutnya, hampir seluruh perabot rumah tangga tidak dapat diselamatkan. Barang yang tersisa hanya pakaian, itupun banyak yang sudah tidak layak pakai.
“Perabot habis semua. Yang ada cuma pakaian, itu juga banyak yang harus dibuang,” tuturnya.
Pemerintah setempat disebut telah meninjau lokasi kejadian dan rumah tersebut telah diajukan dalam program rumah tidak layak huni (rutilahu), namun hingga kini belum ada informasi lanjutan.
“Dari kelurahan sudah ada yang datang, sudah dalam pengajuan rutilahu namun belum ada informasi kelanjutannya lagi,” kata Dewi.
Sementara itu, warga sekitar turut membantu membersihkan puing-puing bangunan secara gotong royong. Dewi berharap bantuan dapat segera direalisasikan agar rumahnya bisa kembali dibangun dan keluarganya dapat tinggal dengan lebih layak.
“Ibu mah pengennya dicepetin, karena cukup sulit juga satu kontrakan kecil diisi enam orang. Dimudahkanlah biar kebangun lagi rumahnya,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono