get app
inews
Aa Text
Read Next : Solusi Sehat Mama Muda Nikita Willy, Masak Nasi Low Sugar dengan Rice Cooker Terbaru

Lahan Sawah Dikunci LP2B, Bupati Aep Pastikan Karawang Tetap Sentra Pangan Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 | 13:31 WIB
header img
Lahan Sawah Dikunci LP2B, Bupati Aep Pastikan Karawang Tetap Sentra Pangan Indonesia. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kabupaten Karawang kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh dalam siaran langsung salah satu televisi nasional yang membahas peran Karawang dalam mendukung swasembada pangan Indonesia Selasa (13/1/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep memaparkan capaian, tantangan, serta strategi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga eksistensinya sebagai sentra produksi padi dan gabah nasional.

Bupati Aep menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menunjuk Karawang sebagai lokasi Panen Raya Nasional. Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung dalam kegiatan panen raya yang digelar di Kecamatan Cilebar.

“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian menunjuk Karawang untuk melaksanakan panen raya, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Daerah ini memang salah satu sentral gabah di Indonesia,” ujar Bupati Aep.

Ia menuturkan, panen raya tersebut berlangsung lancar dengan kualitas padi yang dinilai sangat baik. Hal itu, kata dia, mencerminkan kesuburan lahan serta keberhasilan pengelolaan sektor pertanian di Karawang.

“Panennya bagus, padinya berkualitas. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Karawang sejak dulu dikenal sebagai lumbung padi,” katanya.

Bupati Aep juga mengungkapkan capaian produksi gabah Karawang yang melampaui target nasional. Pada 2025, Karawang ditargetkan memproduksi 1,4 juta ton gabah kering panen. Realisasinya bahkan mencapai 1.400.100 ton.

“Target 2025 itu 1,4 juta ton dan alhamdulillah tercapai, bahkan lebih. Ini menunjukkan Karawang masih sangat kuat sebagai sentra produksi pangan,” ucapnya.

Memasuki 2026, Kementerian Pertanian kembali menetapkan target peningkatan produksi bagi Karawang. Pemkab Karawang optimis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas, kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.

“Secara kualitas, gabah dan beras Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan,” ujar Kang Aep.

Menjawab tantangan alih fungsi lahan, Bupati Aep menegaskan komitmen Pemkab Karawang dalam menjaga lahan pertanian melalui kebijakan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).

“Kami sudah mengunci lebih dari 87 ribu hektare, hampir 88 ribu hektare lahan sawah dalam LP2B. Itu tidak bisa diotak-atik,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Karawang juga memberikan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi lahan sawah hingga 3 hektare per keluarga sebagai bentuk keberpihakan kepada petani.

“Kami ingin masyarakat tetap mau menjadi petani. Maka kami beri stimulus, PBB-P2 gratis untuk maksimal tiga hektare per keluarga,” jelasnya.

Dalam siaran tersebut, Bupati Aep juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut target swasembada pangan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Pada 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras.

“Pak Presiden menyampaikan bahwa 2025 kita tidak impor beras. Salah satu penopangnya adalah Karawang dengan produksi gabah 1,4 juta ton,” ungkapnya.

Selain menjadi lumbung pangan nasional, Karawang juga menjalin kerja sama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekitar 5.000 hektare lahan sawah dikerjasamakan untuk mendukung pasokan beras ke ibu kota.

Atas kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan negara atas dedikasi Pemkab Karawang dalam sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Kang Aep, Karawang masuk 10 besar daerah penghasil beras nasional dan berkontribusi dalam pencapaian cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut