Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Joko Widodo Terima Penghargaan Order of Zayed dari Presiden MBZ
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Soroti Kasus Bullying : Jangan Ditutupi Demi Nama Baik Sekolah !

Minggu, 03 Maret 2024 | 13:45 WIB
  • author Meliana Tesa/Boby
Jokowi Soroti Kasus Bullying : Jangan Ditutupi Demi Nama Baik Sekolah !
Presiden Jokowi soal Bullying di Sekolah (Foto: Setkab)

JAKARTA, iNewsKarawang.id-Kasus perundungan yang terjadi di sekolah mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia meminta pihak sekolah jangan ditutupi-tutupi demi nama baik sekolah, melainkan harus diselesaikan.

Pernyataan Jokowi disampaikan saat membuka Kongres XXIIII PGRI Tahun 2024 seperti dikutip Antara, Minggu (3/3/2024). 

"Biasanya kasus 'bullying' (perundungan) ini ditutup-tutupi untuk melindungi nama baik sekolah. Saya kira yang baik adalah menyelesaikan dan memperbaiki," kata dia dalam sambutannya. 

Jokowi mengaku khawatir atas kasus perundungan, kekerasan, dan pelecehan yang menimpa siswa di sekolah, bahkan ada yang memakan korban jiwa.

Menurut Kepala Negara, kasus perundungan tidak boleh terjadi lagi dan dibiarkan berlarut. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar, bertanya, berkreasi, bermain, dan bersosialisasi.

"Jangan sampai ada siswa yang takut, ketakutan di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang tertekan di sekolah, dan tidak betah di sekolah," kata Jokowi.

Presiden menaruh harapan besar kepada para guru untuk menjadi ujung tombak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

Ia meminta para guru mengutamakan tindakan pencegahan agar kasus perundungan tidak terjadi.

"Utamakan pencegahan, utamakan hak-hak anak-anak kita, utamanya kepada korban jangan sampai kasus 'bullying' ditutup-tutupi, tapi diselesaikan," kata dia.

Presiden Jokowi juga berpesan kepada para guru bahwa pendidikan dan pembangunan kemampuan serta karakter SDM sebagai penting untuk mencetak bonus demografi yang berkualitas demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pada akhir sambutan, ia mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan PGRI untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, serta menghasilkan generasi muda yang unggul dengan karakter kebangsaan yang kuat.

Editor: Boby

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut