Gubernur BI: Transaksi Serba Digital, Ekonomi Tumbuh Rakyat Senang

Antara
.
Selasa, 06 Desember 2022 | 17:36 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Program percepatan dan perluasan digitalisasi berhasil meningkatkan penerimaan daerah, yang akhirnya mendorong perekonomian nasional.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan hal itu dalam sambutan Rakornas TP2DD yang dipantau daring di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Perry menjelaskan, program tersebut dijalankan oleh pemerintah daerah (pemda) yang berkolaborasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dibentuk oleh BI.

Menurut Perry, pemerintah daerah yang sukses melakukan TP2DD, penerimaannya semakin meningkat, pengeluarannya semakin cepat, ekonomi tumbuh semakin bagus, dan rakyat senang.

"Dengan adanya program tersebut, indeks elektronifikasi transaksi pemda meningkat 42% per semester I-2022, di mana transaksi pemda yang sudah di elektronikasikan, meliputi pajak mancakup 94%, retribusi 74,7%, belanja langsung 96,4%, dan belanja tidak langsung 95,9%,"urainya. 

Program tersebut juga mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang sudah mencapai 30 juta pengguna per November 2022 dan diperkirakan akan mencapai 45 juta pengguna pada 2023.

“(QRIS) akan kita sambungkan secara multilateral, plotting dengan Malaysia tahun depan, kemudian dengan Singapura dan Filipina. Dalam dua tahun ke depan tidak hanya bilateral tapi multilateral,” kata Perry.

Lebih lanjut, penggunaan BI Fast atau fast payment juga tercatat meningkat, di mana sebanyak 75% lembaga jasa keuangan sudah menggunakan layanan tersebut.

“Dalam industri keuangan sudah end to end antara perbankan, lembaga keuangan non bank, e-commerce sudah di integrasikan. Menggunakan BI Fast biaya murah maksimum Rp2.500” kata Perry.

​​​​Dalam kesempatan ini, dia mengapresiasi kinerja pemda bersama Satgas TP2DD dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi di daerah, sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah tersebut.

Dia menjelaskan, selama ini berbagai inisiatif terus dilakukan oleh pemda bersama Satgas TP2DD, seperti mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan digitalisasi pembayaran, baik melalui ekstensifikasi penggunaan instrumen dan kanal pembayaran, seperti QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Selain itu, juga mendorong interkoneksi dan interoperabilitas layanan sistem pembayaran, mendorong penggunaan platform e-commerce untuk pembayaran pajak dan retribusi, memetakan profil ETPD di seluruh pemda dan lainnya.

Editor : Boby

Follow Berita iNews Karawang di Google News

Bagikan Artikel Ini