KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) memperingati Dies Natalis Penegerian ke-12 dengan mengukuhkan Prof. Dr. H. Safuri Musa, M.Pd. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula Syekh Quro UNSIKA, Selasa (6/10/2026), tersebut juga menjadi momentum bagi UNSIKA untuk memaparkan sejumlah rencana pengembangan kampus, termasuk pembangunan fasilitas di Kampus 2.
Puncak Dies Natalis diawali dengan kirab sivitas akademika. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Rektor UNSIKA Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., penayangan video perjalanan karier Prof. Safuri Musa, orasi ilmiah, hingga pemberian UNSIKA Award.
Ade Maman mengatakan UNSIKA terus mendorong pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, serta fasilitas untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Jadi kita fokusnya sekarang untuk pengembangan pelayanan SDM, penelitian, pengajaran dan sebagainya. Makanya kita menekankan untuk tetap mempunyai komitmen untuk studi, belajar, dan sebagainya, dibarengi dengan kita melengkapi fasilitas,” kata Ade Maman.
Salah satu pengembangan yang menjadi perhatian UNSIKA adalah Kampus 2. Sejumlah fasilitas di kawasan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027.
“Tahun depan insyaallah mungkin kita bisa bergeser ke Kampus 2. Gedung yang ada di sana banyak fasilitas yang bisa kita prediksikan akan selesai pada pertengahan atau menjelang akhir 2027,” ujarnya.
Menurut Ade, sejumlah fasilitas yang tengah dibangun di Kampus 2 di antaranya gedung serbaguna, Amphitheatre, Hortikultura, dan Gedung Dome.
Pengembangan Kampus 2 juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan aktivitas di kampus utama. UNSIKA berencana menempatkan sejumlah aktivitas strategis, termasuk kantor pusat atau central office, di kawasan tersebut.
“Di sana relatif akan lebih meningkat aktivitasnya. Di sini memang sudah agak crowded, termasuk juga untuk kantor pusat, central office itu juga sudah akan direncanakan di Kampus 2,” katanya.
Di sisi lain, UNSIKA terus memperluas kerja sama internasional melalui pertukaran mahasiswa dan kolaborasi akademik dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, termasuk di Thailand dan Wuhan, China.
“Kalau masalah kerja sama, internasionalisasi, kita tetap jalan. Hampir setiap bulan ada yang ke luar, ada yang ke sini. Itu untuk kerja sama, baik yang masuk ke sini atau mungkin kita mengirim ke luar,” tutur Ade.
UNSIKA juga telah menerima mahasiswa internasional dari sejumlah negara. Ade menyebut sedikitnya 11 mahasiswa internasional sebelumnya telah datang ke UNSIKA, di antaranya dari Pakistan dan Oman.
“Kalau kita lihat, UNSIKA sudah sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh Kementerian. Kita juga enggak kalah-kalah banget dengan PTN yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, pengukuhan Prof. Dr. H. Safuri Musa, M.Pd. sebagai Guru Besar ditandai dengan orasi ilmiah berjudul “Pendidikan Masyarakat di Tengah Perubahan: Menjangkau, Membelajarkan, dan Memberdayakan Masyarakat Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna (Human Flourishing)”.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis juga diisi dengan penayangan video ucapan selamat dari sivitas akademika, persembahan seni tradisional Tarawangsa, serta UNSIKA Award untuk insan UNSIKA yang dinilai memiliki dedikasi, kontribusi, dan prestasi.
Peringatan Dies Natalis Penegerian ke-12 tersebut ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan UNSIKA selama 12 tahun sebagai perguruan tinggi negeri.
Ade Maman berharap berbagai pengembangan yang dilakukan UNSIKA dapat semakin memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Harapan saya selalu optimis. Hasil kerja sampai sekarang sudah membuahkan beberapa hasil yang sesuai target rencana, sehingga nanti pada saatnya bisa dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Tri Dharma-lah, pengajaran, pendidikan, kemudian penelitian, pengabdian, itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan tinggi,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
