KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memberikan penghargaan Asoka Award 2026 kepada pelaku industri pariwisata, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif. Pada kesempatan yang sama, Pemkab Karawang menetapkan enam desa sebagai desa wisata baru tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri secara virtual oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh. Dalam sambutannya, Aep menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Asoka Award dan pemerintah desa yang menerima Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan desa wisata.
Penyerahan penghargaan dan SK dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Asep Aang Rahmatullah.
Kepala Disparpora Karawang Abas Sudrajat melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata Lusi Asela mengatakan, pemberian Asoka Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap pelaku industri pariwisata dan komunitas yang berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata di Karawang.
“Tujuannya memberikan apresiasi kepada upaya mereka yang sudah berkontribusi besar dalam pengembangan pariwisata,” kata Lusi.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan skala usaha mereka.
“Kita harapkan dengan adanya insentif ini, mereka lebih termotivasi untuk mengembangkan atau melakukan upscaling kegiatan usahanya,” ujarnya.
Lusi menjelaskan, penilaian Asoka Award dilakukan melalui sejumlah aspek, mulai dari administrasi hingga pemenuhan standar usaha pariwisata. Aspek administrasi antara lain mencakup pajak dan perizinan.
Sementara itu, dewan juri menilai masing-masing peserta berdasarkan kategori, termasuk penerapan Sapta Pesona dan pemenuhan standar usaha kepariwisataan.
“Setiap kegiatan itu ada standar usahanya. Cafe itu ada standar usahanya. Di situ yang menilai adalah praktisi-praktisi dari NHI Bandung, AK Tria Bandung, Horizon Karawang, serta juri lokal,” jelasnya.
Dalam Asoka Award 2026, penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, yakni wisata alam, wisata buatan, desa wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hotel, kafe, usaha hiburan, restoran, event ekonomi kreatif, serta event pemuda dan olahraga.
Pada kategori wisata alam, Juara 1 diraih Pantai Pakis, Juara 2 Pantai Samudera Baru, dan Juara 3 Pantai Pasir Putih.
Kategori wisata buatan menempatkan Wonderland Adventure Waterpark sebagai Juara 1, Karnival (Karawang Night Festival) Juara 2, dan Nice Playland Juara 3.
Untuk kategori desa wisata, Juara 1 diraih Desa Wisata Pangulah Utara, Juara 2 Desa Wisata Sedari, dan Juara 3 Desa Wisata Kamojing.
Kategori Pokdarwis menempatkan Pokdarwis Muarabaru sebagai Juara 1, Pokdarwis Karangjayan Juara 2, dan Pokdarwis Sedari Juara 3.
Pada kategori hotel, Resinda Hotel meraih Juara 1, Brits Hotel Juara 2, dan Akshaya Hotel Juara 3.
Kategori kafe diraih Katja Lounge sebagai Juara 1, Kemuning Resto dan Cafe Juara 2, serta Padee Resto & Cafe Juara 3.
Sementara kategori usaha hiburan, Juara 1 diraih Dewi Air Restaurant dan Karaoke, Juara 2 Elraja Club and KTV, dan Juara 3 New Dwipa Karaoke.
Untuk kategori restoran, Sindang Reret menjadi Juara 1, Lebak Sari Indah Juara 2, dan Alam Sari Juara 3.
Kategori event ekonomi kreatif menempatkan Hapmi – Pop Singer Jawa Barat sebagai Juara 1, Jaipong Ambasador Juara 2, dan Karawang Film Festival Juara 3.
Sedangkan kategori event pemuda dan olahraga, Juara 1 diraih Karawang Half Marathon, Juara 2 Marching Band Tingkat Pelajar, dan Juara 3 Karawang Dragon Boat.
Selain penghargaan, Pemkab Karawang juga menyerahkan enam SK Bupati tentang Penetapan Desa Wisata Tahun 2026. Keenam desa tersebut yakni Desa Kertawaluya, Cikuntul, Jatilaksana, Pasirjaya, Mekarbuan, dan Tanjungjaya.
Lusi mengatakan, enam desa tersebut merupakan desa wisata kategori rintisan. Dengan penetapan enam desa baru tersebut, saat ini Karawang memiliki 14 desa wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati.
“Enam yang baru ini kategori rintisan. Jadi, delapan ditambah enam, totalnya ada 14 desa wisata. Target kami ke depan ada 30 desa wisata,” ungkapnya.
Pemkab Karawang, lanjut Lusi, akan melakukan pendampingan agar desa wisata kategori rintisan dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas pengelolaannya.
“Kami berusaha selama beberapa tahun ke depan mendampingi mereka untuk upscaling desa wisatanya, dari rintisan menjadi berkembang, maju, hingga mandiri,” katanya.
Menurut Lusi, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Harapannya desa wisata ini menjadi trigger ekonomi di masyarakat. Kita melihat bagaimana ekonomi masyarakat bergerak dengan adanya kunjungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan desa wisata juga dapat mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lokal, mulai dari alam, budaya, ekonomi kreatif hingga sektor pertanian.
“Potensi-potensi yang ada dari sisi alam, ekonomi kreatif, budaya, pertanian itu akan menjadi satu atraksi yang menjadikan keunikan lokal di desa wisata tersebut,” tuturnya.
Dengan pengembangan tersebut, Pemkab Karawang berharap semakin banyak wisatawan yang datang dan menikmati berbagai potensi wisata di daerah tersebut.
“Harapannya akan semakin banyak orang datang ke Karawang atau wisatawan datang ke Karawang untuk berkunjung,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
