“Tesis beliau tentang moderasi beragama sempat mendapatkan penghargaan dari Kemenag Karawang. Itu jadi salah satu kebanggaan keluarga karena pemikiran beliau memang ingin membawa nilai toleransi dan pendidikan yang baik di masyarakat,” ungkapnya.
Kini, gelar magister tersebut menjadi kenangan terakhir bagi keluarga. Sebuah tanda bahwa perjuangan dan mimpi almarhum telah tuntas, meski dirinya tak sempat menerima langsung hasil jerih payahnya sendiri.
“Walaupun beliau sudah tidak ada, tapi semangat dan pesan-pesan beliau tentang pendidikan akan terus hidup di keluarga kami,” tutup sang adik dengan mata berkaca-kaca.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
