KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pupuk Kujang menggelar program pasar sembako murah dengan menyalurkan 5.100 paket bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Program tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula tersebut didistribusikan kepada masyarakat selama 6 hingga 8 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, mengatakan program tebus murah sembako merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
“Di bulan yang penuh berkah ini, program tebus murah 5.100 paket sembako merupakan bentuk empati kami agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani oleh kenaikan harga di pasar,” ujar Budi.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peran BUMN sebagai agen pembangunan yang hadir untuk membantu masyarakat.
“Sebagai BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi peningkatan kebutuhan pangan seperti pada bulan Ramadan,” katanya.
Budi menjelaskan, program tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus agar tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelompok masyarakat prasejahtera tetap mendapatkan akses pangan yang layak,” jelasnya.
Selain menggelar pasar sembako murah, Pupuk Kujang juga menyalurkan bantuan sosial kepada 1.801 warga dhuafa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mempererat silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat,” kata Budi.
Melalui berbagai program sosial tersebut, Pupuk Kujang berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
