KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Transformasi digital tidak hanya menyasar wilayah perkotaan dan kawasan industri. Di Kabupaten Karawang, penguatan digitalisasi justru dimulai dari tingkat desa melalui kolaborasi perguruan tinggi, relawan teknologi informasi, dan pemerintah daerah.
Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) bersama Relawan TIK Jawa Barat menghadirkan Program Magang Berdampak sebagai upaya mempercepat transformasi digital desa secara terukur dan berkelanjutan.
Sebanyak 35 mahasiswa dari Program Studi Informatika dan Sistem Informasi diterjunkan ke 16 desa di sejumlah kecamatan di Karawang. Setiap desa didampingi dua mahasiswa dan satu dosen pembimbing guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai capaian akademik sekaligus kebutuhan pemerintah desa.
Program ini berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karawang (DPMD) serta didukung Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Karawang (Bapperida), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang (Diskominfo), Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Karawang (Disarpus), dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang (Disparpora).
Melalui pendekatan berbasis luaran, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi menghasilkan sistem yang dapat dimanfaatkan desa secara berkelanjutan.
Kegiatan utama meliputi pemetaan Indeks Digital Masyarakat (IDM), digitalisasi profil dan potensi desa, serta pengembangan dan pemeliharaan website desa dengan domain desa(dotid)
Implementasi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mendorong pengelolaan sistem informasi desa sebagai instrumen transparansi dan peningkatan pelayanan publik.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendataan potensi UMKM desa, membantu digitalisasi promosi produk lokal, hingga menginisiasi perpustakaan desa berbasis digital. Literasi digital bagi masyarakat dan pelajar turut diberikan, mencakup kecakapan digital, etika digital, budaya digital, serta keamanan digital.
Kampus Hadir untuk Pembangunan Daerah
Dekan Fasilkom UNSIKA, Dr. Oman Komarudin, S.Si., M.Kom mengatakan, program ini menjadi bentuk integrasi nyata antara dunia akademik dan pembangunan daerah.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi menghasilkan sistem dan model implementasi digitalisasi desa yang terukur. Ini kontribusi konkret kampus terhadap transformasi digital daerah,” ujar Oman, Jumat (27/2/2026).
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc. menegaskan, keterlibatan mahasiswa di desa menjadi bagian penting pembangunan berbasis kolaborasi sekaligus selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi.
Menurutnya, program ini mendukung arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) yang mendorong kampus berdampak dan penguatan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.
“Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Melalui program ini, mahasiswa belajar langsung dari masyarakat sekaligus membantu membangun tata kelola desa berbasis data dan teknologi. Ini juga menjadi bagian dari implementasi program Kemendikti Saintek agar perguruan tinggi hadir memberi solusi nyata bagi pembangunan,” kata Prof. Ade Maman.
Kepala Disarpus Karawang, Wahidin, menilai digitalisasi perpustakaan desa penting untuk memperluas akses pengetahuan masyarakat.
“Literasi informasi harus tumbuh dari desa. Digitalisasi perpustakaan akan mendorong budaya literasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Wahidin.
Sementara itu, Kepala Bidang PPKD DPMD Karawang, Iyus Ruswanti, menekankan digitalisasi desa bukan sekadar membuat website.
“Yang utama adalah memastikan data, pelayanan publik, dan transparansi berjalan lebih efektif melalui sistem informasi,” katanya.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Karawang, Arif Setiawan, menyebut program ini sejalan dengan agenda percepatan transformasi digital daerah.
“Keterlibatan mahasiswa membantu pemetaan kesiapan digital desa sekaligus memperkuat ekosistem satu data desa yang terintegrasi,” ujar Arif.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Karawang, Adithya, menilai digitalisasi membuka peluang promosi potensi desa secara lebih luas.
“Banyak desa memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang belum terekspos optimal. Melalui digitalisasi profil desa dan penguatan konten digital, potensi tersebut dapat dipromosikan secara profesional,” katanya.
Program Magang Berdampak berlangsung selama empat bulan, mulai Februari hingga Juni 2026, dan dikonversi hingga 20 SKS melalui skema magang mandiri berbasis capaian pembelajaran.
Model kolaborasi ini diharapkan menjadi praktik baik nasional dalam mendorong transformasi digital desa. Sinergi antara kampus, relawan TIK, dan pemerintah daerah dinilai mampu menjadikan digitalisasi bukan sekadar wacana, tetapi gerakan nyata dari desa untuk Indonesia.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
