Aksi Karawang Digoyang Jalan Berlubang, Warga Desak Pemerintah Percepat Perbaikan Jalur Pantura

Gelar Maulana Media
Aksi Karawang Digoyang Jalan Berlubang, Warga Desak Pemerintah Percepat Perbaikan Jalur Pantura. Foto : iNewskarawang.id/Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Komite Rakyat Sipil Karawang menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Karawang Digoyang Jalan Berlubang” sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang dinilai membahayakan masyarakat. Aksi berlangsung di sejumlah titik jalur Pantura–Jatisari, Kabupaten Karawang, Senin (2/2/2026).

Koordinator aksi, Tri Prasetio Mumpuni, mengatakan massa mulai berkumpul sejak pagi di beberapa lokasi, di antaranya depan McDonald’s Kosambi, Fly Over Cikampek, dan Jatisari. Massa kemudian berencana bergerak menuju PPK.1.1 Jawa Barat.

Menurut dia, aksi tersebut menyoroti kondisi jalan berlubang di jalur Pantura Karawang yang dinilai berisiko tinggi bagi pengguna jalan. Rangkaian kegiatan meliputi pengumpulan massa, pergerakan ke titik tujuan, hingga penyampaian tuntutan.

Tio menyebut, massa yang sempat berkumpul di depan McDonald’s Kosambi berupaya melakukan penutupan Jalan Pantura sebagai bentuk protes. Namun, langkah itu dibubarkan aparat kepolisian.

“Tujuan kami agar tidak ada lagi korban akibat jalan berlubang. Tapi kami dibubarkan dan diminta meninggalkan titik aksi yang sudah disepakati,” ujar Tio di lokasi.

Ia menegaskan, aparat kepolisian menertibkan area aksi, termasuk memadamkan api yang sempat dinyalakan massa serta menurunkan atribut aksi.

Setelah pembubaran, massa mengalihkan pergerakan menuju PPK.1.1 Jawa Barat yang merupakan perwakilan Kementerian PUPR di wilayah Karawang. Mereka juga disebut akan bergabung dengan peserta aksi dari Jatisari, Cikampek, dan Simpang Jomin.

Dalam tuntutannya, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat segera memperbaiki jalan berlubang di jalur Pantura Karawang. Mereka menilai persoalan kewenangan tidak boleh menjadi alasan lambannya penanganan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan lagi saling lempar tanggung jawab soal kewenangan jalan,” katanya.

Aksi ini menjadi bentuk desakan agar penanganan infrastruktur jalan rusak, khususnya di jalur strategis Pantura, segera dilakukan guna mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.

“Kami meminta pemerintah tidak lagi saling lempar tanggung jawab. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tidak ada lagi kewenangan pihak manapun, tidak ada lagi lempar-lempar tugas, saya tegaskan sekali lagi bahwa keselamatan rakyat merupakan kewajiban utama pemerintah," pungkasnya.

Senada dengan tuntutan massa aksi, warga setempat sekaligus pengguna jalan, Hassanudin, mengaku kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Pengguna jalan tentunya sangat merasa terhambat dengan banyaknya kerusakan jalan. Jalan berlubang di mana-mana, tentu mengganggu. Harapannya ke depan ada solusi dari pemerintah, pemerintah mana saja yang berwenang agar secepatnya memperbaiki jalan-jalan tersebut,” ujar Hassanudin.

Ia juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim hujan.

“Banyak kecelakaan terjadi akibat jalan berlubang, apalagi saat hujan karena lubang tertutup genangan air dan tidak terlihat oleh pengendara,” tutupnya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network