KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mencatat sedikitnya tiga sekolah di Karawang terdampak banjir hingga menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu. Ketiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Telukjambe Barat, SDN Karangligar 1, dan SDN Karangligar 2, Kecamatan Telukjambe Barat.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah menjelaskan, kategori sekolah terdampak banjir yang dilaporkan adalah sekolah dengan ketinggian di atas 30 sentimeter, terjadi selama tiga hari berturut-turut dan tidak surut, serta air masuk hingga ke dalam ruang kelas.
“Yang kami data dan laporkan adalah banjir yang benar-benar mengganggu KBM. Kalau hanya halaman sekolah yang tergenang, itu tidak kami masukkan karena tidak berdampak langsung pada proses pembelajaran,” ujar Wawan, Selasa (20/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud Karawang telah menginstruksikan sekolah untuk mengamankan dokumen dan aset penting, memantau kondisi sekolah terdampak secara berkala, berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait serta harus tetap mengedepankan keselamatan siswa.
“Kami sudah mengingatkan seluruh sekolah yang terdampak agar segera mengamankan dokumen penting, seperti arsip sekolah dan perangkat pembelajaran, supaya tidak rusak akibat banjir. Kami juga hingga saat ini masih terus memantau kondisi di lapangan,” kata Wawan.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Karawang, Irlan Suarlan menyatakan bahwa pihaknya memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan yang terdampak banjir dalam pelaksanaan pembelajaran.
“Pembelajaran bersifat fakultatif, bisa dilakukan secara daring atau penugasan mandiri, disesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah. Yang terpenting, keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas,” ujar Irlan.
Irlan juga menegaskan agar sekolah tidak memaksakan kegiatan belajar mengajar tatap muka sebelum kondisi benar-benar aman.
“Kami minta sekolah mengikuti situasi di lapangan. Selama banjir belum surut dan ruang kelas masih terdampak, KBM tatap muka sebaiknya ditunda,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
