Pemimpin Arab dan Negara Muslim Kutuk Kejahatan Perang Israel di Gaza

Susi Susanti/ Boby
Pemimpinn Arab dan negara muslim mengutuk kejahatan perang Israel di Gaza dalam KTT Luar Biasa OKI di Riyadh (Foto: Alekhbariya TV)

JAKARTA-iNewsKarawang.id
Kejahatan perang Israel di Gaza mendapat kecaman dari para pemimpin Arab dan Muslim  pada pertemuan puncak di Riyadh.

Hal itu disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)  tersebut, yang dihadiri 57 pemimpin.

Mereka menuntut agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil “keputusan yang tegas dan mengikat” untuk memaksakan penghentian agresi di tengah pertempuran yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas.

"Kami mengutuk agresi Israel terhadap Jalur Gaza, kejahatan perang dan pembantaian yang biadab, brutal dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan kolonial terhadap rakyat Palestina, termasuk di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Kami menuntut hal itu segera dihentikan,” kata resolusi akhir, dikutip BBC.

KTT tersebut menolak karakterisasi perang balas dendam ini sebagai salah satu pertahanan diri dan menuntut masuknya konvoi bantuan kemanusiaan.

"Perlindungan dari siklus kekerasan dan perang tidak akan tercapai tanpa mengakhiri pendudukan Israel. Kami menganggap Israel, kekuatan pendudukan, bertanggung jawab atas kelanjutan dan memburuknya konflik sebagai akibat dari agresi mereka terhadap hak asasi manusia,” tambah resolusi tersebut.

Seperti diketahui, Israel melancarkan serangannya secara tiba-tiba, serangan lintas batas oleh Hamas menyebabkan 1.200 orang tewas dan menyandera.

KTT tersebut menandai perjalanan pertama pemimpin Iran ke Arab Saudi dalam 11 tahun setelah kedua negara memulihkan hubungan diplomatik pada Maret lalu.

Dalam pidato pembukaannya, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan Kerajaan Arab Saudi “dengan tegas menolak” perang yang dialami warga Palestina.

“KTT ini diadakan dalam keadaan yang luar biasa dan menyakitkan,” katanya.

“Kami dengan tegas menolak perang brutal yang dialami saudara-saudari kami di Palestina. Kami memperbarui tuntutan kami untuk segera menghentikan operasi militer,” terangnya.

Presiden Iran Ebrahim Raisi juga dilaporkan datang dan bertemu MBS dalam pertemuan publik pertama kalinya.

Di pertemuan itu, Raisi berjabat tangan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, pewaris takhta Saudi dan penguasa de facto negara tersebut.

Iran adalah pendukung utama kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon, yang setiap hari terlibat baku tembak dengan pasukan Israel di perbatasan utara Israel dengan Lebanon. Mereka juga mendukung pemberontak Houthi di Yaman, yang telah menembakkan rudal ke Israel, dan memelihara hubungan kuat dengan Hamas.

Berbicara di KTT tersebut, Raisi mengatakan bahwa semua peserta berkumpul di sana atas nama dunia Islam untuk “menyelamatkan rakyat Palestina.”

“Kami berkumpul di sini hari ini untuk membahas fokus dunia Islam, yaitu perjuangan Palestina, di mana kita telah menyaksikan kejahatan terburuk dalam Sejarah. Hari ini adalah hari bersejarah dalam pertahanan dan dukungan heroik Masjid Al-Aqsa,” terangnya.

Sementara itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Amerika Serikat (AS) “memikul tanggung jawab atas tidak adanya solusi politik” karena AS memiliki pengaruh paling besar terhadap Israel.

Editor : Boby

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network