Tanggapan Santai Surya Paloh Soal Dugaan Penyadapan : Direkam 10 Kali Pun Tak Masalah
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menanggapi santai isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia menilai praktik penyadapan bukan sesuatu yang perlu disikapi secara berlebihan.
Menurut Surya Paloh, penyadapan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak terus-menerus mempermasalahkan isu tersebut hingga mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Satu hal yang memang tidak perlu kita merasa surprise saja, bahwasannya hal itu kemungkinan bisa terjadi di mana saja, kapan saja,” ungkap Surya Paloh saat menghadiri peresmian kantor baru DPD Partai NasDem Karawang., Minggu (8/11/2026).
Ia juga meyakini aparat penegak hukum telah menjalankan tugas dan kewenangannya. Jika ditemukan pelanggaran, menurutnya, persoalan tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum.
“Saya yakin dan percaya aparat kita sudah melaksanakan seluruh visi dan tugasnya. Di mana ada pelanggaran, di sana ada proses yang akan berlangsung,” ujarnya.
Surya Paloh menegaskan, menjaga situasi tetap kondusif jauh lebih penting agar roda pemerintahan dan agenda pembangunan tidak terganggu.
“Yang lebih saya prioritaskan adalah membawa suasana yang kondusif terjaga. Agar jalannya roda administrasi pemerintahan kita bisa berjalan terus, tidak terganggu, dan bisa juga melakukan langkah pembangunan-pembangunan yang lebih baik,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya ikut menjadi sasaran penyadapan, Surya Paloh mengaku tidak khawatir.
Ia mengatakan, percakapan melalui telepon selama ini lebih banyak membahas hal-hal biasa dan tidak menyangkut persoalan politik.
“Saya enggak perlu kaget. Karena saya enggak ada bicara-bicara politik dan macam-macam. Hanya bicara halo-halo lah pada teman-teman, adik-adik kita, apa kabar, sehat walafiat,” ungkapnya.
Bahkan, Surya Paloh melontarkan pernyataan santai terkait kemungkinan percakapannya direkam berulang kali.
“Jadi biarpun 10 kali direkam juga enggak apa-apa,” ucapnya.
Editor: Frizky Wibisono