Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 1 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:51 WIB
  • author Zakky Mubarok/Gelar Maulana Media
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, 1 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, menyebabkan sejumlah bangunan rusak, satu orang luka, dan 62 gempa susulan. (Foto : Istimewa).

JAKARTA, iNEWSKarawang.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026). Gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan satu orang mengalami luka ringan.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan kerusakan terjadi di sejumlah wilayah dengan tingkat kerusakan sedang.

“Kerusakan di beberapa wilayah pada kategori kerusakan sedang dan juga diinformasikan ada satu orang luka ringan,” kata Teguh, dikutip dari iNews.id, Minggu (4/10/2026).

Menurut Teguh, kerusakan dilaporkan terjadi di wilayah Perokonda. Bangunan yang terdampak di antaranya satu sekolah dasar (SD) Islam dan dua rumah warga.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas IV hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI) di sejumlah wilayah.

Guncangan terkuat mencapai VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, Sumba Barat Daya. Pada skala tersebut, getaran dirasakan seluruh penduduk hingga membuat sebagian besar warga terkejut dan berhamburan keluar rumah.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba. Getaran pada skala ini dirasakan banyak orang di dalam rumah.

Sedangkan di Kota Bima, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti saat sebuah truk melintas.

“Gempa dapat dirasakan pada skala IV hingga VI MMI,” ujar Teguh.

Plh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan gempa utama tersebut juga diikuti puluhan gempa susulan.

Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat sebanyak 62 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,5 hingga 4,3.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Tetap tenang dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari saluran komunikasi resmi BMKG,” kata Ardhasena.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut