Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Disabilitas Mandiri, KTI dan Jamkrindo Gelar Pelatihan Batik Inklusif di Karawang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:21 WIB
  • author Nurul Rahma Amalia
Dorong Disabilitas Mandiri, KTI dan Jamkrindo Gelar Pelatihan Batik Inklusif di Karawang
KTI Foundation berkolaborasi dengan Jamkrindo dan sejumlah perusahaan menggelar pelatihan batik inklusif bagi 20 penyandang disabilitas dari sejumlah daerah. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation berkolaborasi dengan PT Jamkrindo dan sejumlah perusahaan memberikan pelatihan membatik bagi penyandang disabilitas di Karawang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan Hari Batik Nasional yang akan digelar pada 2 Oktober 2026. Program inklusif ini berlangsung sejak Agustus hingga September dan akan ditutup dengan acara puncak pada Oktober mendatang.

Founder KTI Foundation, Inaraya, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk mendorong penyandang disabilitas, khususnya perempuan, agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk mandiri.

“Tujuannya supaya perempuan disabilitas bisa mandiri, bisa setara, lebih kreatif dan lebih percaya diri,” ujar Inaraya, Rabu (26/8/2026).

Sebanyak 20 peserta dari Karawang, Bandung, Pebayuran dan Cikarang mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok disabilitas, mulai dari tuli, daksa hingga cerebral palsy.

Dalam pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk membuat motif batik sesuai kreativitas masing-masing. Sejumlah peserta memilih mengangkat unsur flora dan identitas lokal Karawang, seperti motif padi dan tanaman.

Hasil karya batik peserta nantinya akan dipadukan dengan karya 20 peserta pelatihan menjahit melalui konsep business matching. Produk tersebut akan dikembangkan menjadi busana dan berbagai produk siap pakai.

Karya peserta kemudian akan ditampilkan sekaligus dilombakan dalam acara puncak pada 2 Oktober 2026.

Inaraya berharap keterampilan membatik yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi modal untuk menghasilkan produk dan pendapatan secara mandiri.

“Kami ingin keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya, menghasilkan produk, dan memiliki peluang ekonomi sendiri,” katanya.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan tetapi juga dengan membuka akses terhadap peluang ekonomi.

“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai melalui Harmoni Karya Inklusif,” ujar Akhmad.

Menurutnya, program tersebut dirancang secara berkelanjutan melalui pelatihan membatik, menjahit, hingga pengembangan produk. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang memiliki peluang untuk dipasarkan.

“Pelatihan ini bukan hanya soal memberikan keterampilan, tetapi bagaimana keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bisa masuk ke pasar,” katanya.

Dukungan terhadap program pemberdayaan tersebut juga datang dari PT Gemala Kempa Daya (GKD), PT Inti Ganda Perdana (IGP) dan PT Astra NTN Driveshaft Indonesia (ANDIN).

Kolaborasi dunia usaha diarahkan pada pengembangan produk UMKM penyandang disabilitas, termasuk makanan khas Karawang, sekaligus penguatan legalitas dan akses pemasaran.

Perwakilan PT GKD, Iwan Santoso, mengatakan pihaknya melihat program yang dijalankan KTI memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas.

“Kami melihat aktivitas Bu Inaraya itu sangat bermanfaat, terutama bagi kaum difabel. Salah satu value kami adalah bermanfaat untuk semua,” ujar Iwan.

Melalui kolaborasi KTI Foundation, Jamkrindo dan dunia usaha, program tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk, serta membangun kemandirian ekonomi.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut