Kisah Firda Zahrah: Ukir Prestasi IPK 3,99 dan 10 Karya Buku Demi Senyum Orang Tua Pekerja Serabutan
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa berprestasi Firda Zahrah, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) angkatan 2022. Ia berhasil menjadi salah satu wisudawan lulusan terbaik UNSIKA dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.
Tak hanya unggul secara akademik, Firda juga produktif di bidang kepenulisan. Selama delapan semester kuliah, ia berhasil menerbitkan 10 buku yang telah memiliki International Standard Book Number (ISBN).
Firda mengatakan, menulis telah menjadi target yang ia bangun sejak awal perkuliahan. Ia menargetkan dapat menerbitkan satu buku setiap semester tanpa mengesampingkan kewajibannya sebagai mahasiswa.
“Dari semester 1 sampai semester 8 saya konsisten menulis, bahkan sampai detik ini buku saya sudah ada 10 dan itu ber-ISBN,” kata Firda, Selasa (12/8/2026).
Untuk menjaga produktivitas, Firda membiasakan diri menulis sedikitnya 10 halaman setiap hari. Bahkan, ia pernah menyelesaikan satu buku hanya dalam waktu sekitar lima hari.
Menurut Firda, pencapaiannya tidak terlepas dari konsistensi dan kemampuan membagi waktu antara kuliah, menulis, dan berorganisasi. Ia juga aktif bergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kabupaten Karawang di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Buku pertama yang diterbitkan Firda berjudul Bila Kecewa Kembali Menyapa. Sementara karya terbarunya berjudul Kepastian Hak Buruh Pasca PHK, yang diangkat dari karya tulis skripsinya.
Bagi Firda, buku tersebut menjadi salah satu karya paling berkesan karena mengangkat persoalan pemenuhan hak normatif pekerja, khususnya buruh di Kabupaten Karawang yang dinilai masih belum mendapatkan haknya secara optimal.
Di tengah kesibukan akademik dan kepenulisan, Firda juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu fase terberat baginya adalah saat menyusun skripsi, terutama ketika harus menghadapi revisi berulang dan berbagai kendala dalam proses bimbingan.
Namun, dukungan orang tua menjadi motivasi terbesar bagi Firda untuk terus berprestasi. Ia menyebut sang ayah bekerja sebagai pekerja serabutan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.
“Ketika kita melihat atau mengingat orang tua, tentu ada rasanya ingin sekali memberikan yang terbaik dan membahagiakan bagi mereka. Salah satunya adalah dengan prestasi,” tuturnya.
Firda berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha mengejar tujuan. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan konsistensi dan kemauan untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan.
“Jangan berhenti hanya karena ada kesulitan. Tetap melangkah, karena setiap proses yang kita jalani akan membawa kita lebih dekat dengan tujuan,” ujarnya.
Editor: Frizky Wibisono