Menilik Khasiat Daun Ubi Jalar, Dosen Poltekkes Bandung : Bisa Cegah Anemia
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dosen Program Studi Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung, Bdn. Warliana, S.SiT., M.Kes, mengungkapkan bahwa daun ubi jalar berpotensi membantu meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada penderita anemia, termasuk ibu hamil.
Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, mulai dari balita hingga lanjut usia. Pada ibu hamil, kondisi ini ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gram per desiliter dan dapat menimbulkan berbagai risiko bagi ibu maupun janin.
Menurut Warliana, anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), stunting, hingga perdarahan saat persalinan.
“Ibu hamil yang mengalami anemia berisiko melahirkan bayi dengan anemia defisiensi besi yang dapat menghambat pertumbuhan sel otak dan sel tubuh lainnya, sehingga dapat berdampak pada stunting maupun gangguan pertumbuhan lainnya,” kata Warliana.
Ia menjelaskan, anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling banyak terjadi pada ibu hamil. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kelelahan, lesu, hingga menurunkan suplai oksigen dan nutrisi bagi ibu serta janin.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 27,7 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Sementara di Kabupaten Karawang, angka kejadian anemia pada ibu hamil mencapai 51,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional.
Warliana mengatakan kebutuhan zat besi selama masa kehamilan mencapai sekitar 1.000 miligram untuk mendukung pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, serta menggantikan kehilangan darah saat persalinan.
Berbagai penelitian di sejumlah negara menunjukkan daun ubi jalar memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Daun tersebut diketahui mengandung zat besi, vitamin C, kalsium, magnesium, hingga antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Di Indonesia, penelitian juga menunjukkan ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah disertai ekstrak daun ubi jalar mengalami peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi dibandingkan yang hanya mengonsumsi tablet zat besi.
“Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa daun ubi jalar memiliki kandungan nutrisi yang mampu membantu meningkatkan kadar hemoglobin sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanganan anemia,” ujarnya.
Warliana menjelaskan, daun ubi jalar dapat diolah dengan cara direbus menggunakan air bersama bawang merah, tomat, sedikit garam, dan gula sesuai selera. Air rebusan tersebut dikonsumsi selama 7 hingga 10 hari berturut-turut.
“Mengonsumsi air rebusan daun ubi jalar selama 10 hari secara berturut-turut dapat meningkatkan kadar hemoglobin sekitar 0,8 hingga 1,1 gram per desiliter. Rebusan ini dapat dikonsumsi oleh remaja yang mengalami anemia maupun wanita usia subur,” Tukasnya.
Editor : Frizky Wibisono