Ingatkan Bahaya Kalori Tersembunyi, Menkes Budi Sebut 80 Persen Kandungan Mayones Adalah Minyak
JAKARTA, iNewsKarawang.id – Mayones kerap menjadi saus pelengkap andalan untuk menambah cita rasa gurih pada berbagai hidangan populer. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat diingatkan untuk lebih jeli terhadap kandungan dominan yang ada di dalam saus putih tersebut.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melalui sebuah unggahan video edukatif di akun Instagram pribadinya, membeberkan fakta mengejutkan bahwa 80 persen dari kandungan mayones sebenarnya adalah minyak. Menkes mengibaratkan, satu sendok makan mayones memiliki kadar kalori yang setara dengan kalori satu buah gorengan.
“Lu tahu nggak, mayones yang jadi favorit kita ini sebenarnya isinya itu segini: 80% minyak. Satu sendok makan mayones seperti ini, kalorinya 100, sama dengan satu potong gorengan yang suka kita makan di pinggir jalan itu,” kata Budi, dikutip Kamis (25/6/2026).
Budi Gunadi menyayangkan tren kuliner saat ini yang kerap menambahkan mayones ke dalam makanan yang sejatinya kaya akan nutrisi dan menyehatkan tubuh, seperti sushi. Menurutnya, sushi adalah kombinasi makanan yang baik sebelum porsinya didominasi oleh siraman saus lemak tersebut.
“Sushi-sushi seperti ini kelihatannya enak dan sehat. Ada karbonya, ada proteinnya, ada sayurnya, tapi di atasnya banyak mayonesnya,” ucap dia.
Selain sushi, kudapan favorit anak muda lainnya seperti dimsum juga tak luput dari sorotan Menkes. Ia menjelaskan bahwa satu porsi dimsum original sebenarnya hanya mengandung sekitar 300 kalori dan tergolong cukup aman untuk dikonsumsi. Namun, ceritanya akan jauh berbeda jika dimsum tersebut disajikan dengan topping saus mentai berbasis mayones.
“Apalagi kalau seperti yang ini. Dimsum seperti ini kalau tidak dikasih saus, ya lumayan sehat, sekitar 300 kalori. Tapi kalau sudah kita kasih saus mentai seperti ini, kalorinya jadi 600, double dari sebelumnya. Hanya dapat gemuknya aja,” tutur Budi.
Melihat dampak penumpukan kalori kosong yang tidak diimbangi zat gizi esensial ini, Menkes mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi atau bahkan menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan yang selalu dibaluri mayones demi menjaga kesehatan jangka panjang.
“Makanya kita harus berhenti, apa-apa makan pakai mayones. Makan itu pakai mayones, makan ini pakai mayones. Memang enak sih, rasanya, umaminya, tapi kita nggak dapat apa-apa,” pungkas Budi.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar