get app
inews
Aa Read Next : DPKP Klaim 90 Persen Hewan Peliharaan di Karawang Bebas Rabies, Ini Rahasianya

Kasus Rabies di Indonesia Terus Meningkat, 95 % Dikarenakan Gigitan Anjing!

Minggu, 18 Juni 2023 | 14:58 WIB
header img
(Foto : ilustrasi)

JAKARTA, iNewskarawang.id - Kasus gigitan hewan rabies di Indonesia terus bertambah. Ditahun 2023 ini tercatat sudah ada 31.113 kasus gigitan hewan rabies, 95% kasusnya karena gigitan anjing.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi, MPHM.

Dikatakan Dr.Imran, hingga April 2023 sudah ada 31.113 kasus gigitan hewan rabies, 23.211 kasus gigitan yang sudah mendapatkan vaksin anti rabies, dan 11 kasus kematian di Indonesia.

"Sebanyak 95% kasus rabies pada manusia lewat gigitan anjing yang terinfeksi. Ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar, tapi 95% di Indonesia karena gigitan anjing,” Ujar Dr. Imran.

Lebih lanjut, Imran juga membeberkan jika sudah dua kabupaten yang menyatakan kejadian luar biasa (KLB) rabies yaitu Kabupaten Sikka, NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dan sejak tahun 2020 hingga April 2023, kata Imran, rata-rata per tahun kasus gigitan sebanyak 82.634, kemudian yang diberi vaksin anti rabies hampir 57.000.

Sehubungan dengan hal itu, dirinya juga menjelaskan seperti apa gejala rabies terhadap manusia.

"Untuk gelaja pada manusia, tahap awal timbul demam, badan lemas dan lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, dan sering ditemukan nyeri," jelasnya

Tidak hanya itu, gejala lain terdampak rabies juga disertai rasa kesemutan atau rasa panas di lokasi gigitan, cemas. "Setelah itu, mulai timbul fobia yaitu hidrofobia, aerofobia, dan fotofobia sebelum penderita meninggal dunia karena kekurangan cairan pada tubuh," katanya

Dirinya juga menyebut, jika sebagian besar kematian-kematian akibat rabies itu disebabkan karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan (Faskes). Mereka merasa hanya gigitan kecil dan tidak berdarah, sehingga mereka datang ke Faskes sudah pada kondisi parah, seringnya itu di atas 1 bulan setelah digigit.

"Artinya kalau sudah satu bulan otomatis kita tidak tahu lagi hewannya seperti apa, dan rata-rata mereka baru panik pergi ke Faskes setelah tahu anjing yang menggigitnya itu mati. Jadi harus dilakukan jika digigit anjing yang pertama adalah harus segera mungkin pergi ke Faskes untuk dilakukan uji luka,” imbuh dr. Imran.

Sementara gejala pada hewan yang terkena rabies dapat dicirikan dengan karakter menjadi ganas, dan tidak nurut pada pemiliknya, tidak mampu menelan, lumpuh, mulut terbuka dan air liur keluar secara berlebihan.

Kemudian bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, ekor dilengkungkan ke bawah perut di antara kedua paha, kejang-kejang, dan diikuti oleh kematian. Khusus rabies asimtomatik hewan tidak akan memperlihatkan gejala sakit namun tiba-tiba mati.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut