KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Potensi desa wisata di Kabupaten Karawang dinilai sangat besar, namun pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kualitas sumber daya manusia (SDM), kolaborasi antarstakeholder, hingga minimnya dukungan fasilitas pendukung wisata.
Praktisi sekaligus pengamat desa wisata, Lia Afriza, mengatakan desa wisata bukan sekadar membangun destinasi, melainkan bagaimana masyarakat mampu diberdayakan melalui aktivitas pariwisata.
“Desa wisata itu adalah bagaimana masyarakat berdaya. Dengan adanya wisata di satu tempat, masyarakat menjadi berdaya sehingga indeks pembangunan manusianya meningkat, baik secara ekonomi maupun sosial,” kata Lia saat menjadi narasumber dalam kegiatan pengembangan desa wisata di Lawasan Caraka Karawang, Selasa,(23/6/2026).
Menurutnya, pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism (CBT) menjadi konsep yang paling tepat dalam pengembangan desa wisata. Kehadiran wisata mampu mendorong interaksi sosial, memperkuat ekonomi lokal, serta membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, pengunjung, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Selain pertumbuhan ekonomi dan sosial juga adanya pelestarian lingkungan dan kearifan lokal bagi wilayah yang menjadi fokus desa wisata," imbuhnya.
Lia menilai delapan desa wisata yang telah ditetapkan di Karawang sebenarnya memiliki potensi yang besar. Masing-masing desa memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
