BUMN Ini Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Akses KUR

Iqbal Maulana Bahtiar
Kepala Cabang BTN Karawang, Turmono. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – BTN Kantor Cabang (KC) Karawang memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui layanan digital dan akses pembiayaan.

Kepala Cabang BTN Karawang, Turmono, mengatakan digitalisasi menjadi kunci penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pelaku usaha. Karena itu, BTN menyediakan layanan transaksi digital melalui QRIS dan Electronic Data Capture (EDC) yang dapat dimanfaatkan UMKM dalam menjalankan aktivitas bisnis.

“BTN KC Karawang senantiasa mendukung program Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM. Kami berkomitmen membantu pelaku usaha agar berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik,” kata Turmono dalam media briefing, Selasa (9/6/2026).

Selain layanan transaksi digital, BTN juga menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui berbagai produk kredit, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga memperkuat daya saing usaha.

“Melalui akses pembiayaan yang tersedia, kami berharap pelaku UMKM dapat lebih mudah mengembangkan usaha dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Menurut Turmono, BTN akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, BTN juga melakukan transformasi layanan melalui implementasi Loan Factory, yakni sistem pemrosesan kredit terintegrasi berbasis teknologi digital yang memusatkan proses pengajuan dan analisis kredit dalam satu sistem nasional.

“Transformasi ini dilakukan untuk memperkuat standardisasi proses kredit, meningkatkan kualitas verifikasi dan analisis, serta mempercepat pengambilan keputusan kredit, termasuk untuk produk KPR,” jelasnya.

Sebelumnya, proses kredit BTN dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di sejumlah wilayah. Kini, melalui Loan Factory, seluruh proses pengolahan kredit dilakukan secara terpusat sehingga lebih efisien dan minim intervensi manual.

“Dengan Loan Factory, proses KPR diproses dalam satu sentral. Kami mengedepankan sistem digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia,” kata Turmono.

BTN optimistis transformasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi layanan, menjaga kualitas kredit secara konsisten, serta mempercepat proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat.

“Harapannya, proses pengajuan KPR menjadi lebih efisien, produktivitas meningkat, dan masyarakat dapat memperoleh layanan pembiayaan yang lebih cepat serta nyaman,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network