Hantavirus Mulai Mengintai Indonesia, Dinkes Karawang Minta Warga Waspada

Nurul Rahma Amalia
Hantavirus Mulai Mengintai Indonesia, Dinkes Karawang Minta Warga Waspada. Foto : Ilustrasi

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Penyakit Hantavirus mulai menghantui Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI tercatat 23 kasus yang tersebar di sembilan provinsi sepanjang 2024 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, yakni lima kasus. Meski begitu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah Karawang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, meminta masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kalau Hantavirus di Karawang alhamdulillah tidak ada. Masyarakat tidak usah khawatir atau takut, tapi tetap waspada,” ujar Yayuk, Selasa (12/5/2026).

Kemenkes menyebut seluruh kasus yang ditemukan di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus. Hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Indonesia.

Yayuk menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus, baik dari urin, feses, saliva, maupun debu yang terkontaminasi cairan tubuh hewan tersebut.

Menurutnya, Hantavirus memiliki dua manifestasi klinis, yakni HFRS dan HPS. Gejala HFRS meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas hingga gangguan ginjal. Sedangkan HPS menyerang paru-paru dengan gejala demam, batuk dan sesak napas.

“Untuk HPS ini fatalitasnya lebih tinggi, case fatality rate-nya bisa mencapai 60 persen,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada pengobatan khusus untuk Hantavirus sehingga penanganan hanya dilakukan secara suportif sesuai gejala pasien.

Dinkes Karawang juga telah meneruskan surat edaran dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh fasilitas kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus ISPA, pneumonia hingga Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

“Kami melakukan surveilans dan pemantauan terus-menerus terhadap kasus ISPA, batuk pilek dan pneumonia di puskesmas, klinik maupun rumah sakit,” jelasnya.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan berat, terutama jika disertai sesak napas.

Selain itu, warga juga diminta menjaga pola hidup sehat di tengah perubahan cuaca dengan menerapkan perilaku CERDIK, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup dan mengelola stres dengan baik.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network