KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan manajemen bagi seniman dan budayawan yang tergabung dalam Dewan Kebudayaan Daerah Karawang (DKDK). Kegiatan tersebut berlangsung di Brits Hotel Karawang pada 21–22 April 2026.
Sekretaris Disdikbud Karawang, Irlan Suarlan menyampaikan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan manajerial para pelaku seni agar tidak hanya fokus pada penciptaan karya, tetapi juga mampu mengelola dan memasarkan hasil karyanya.
“Jangan sampai seniman dan budayawan hanya berkutat pada karya saja. Mereka juga harus mampu mengelola, mengembangkan, dan memasarkan karyanya agar bisa menghasilkan pendapatan,” ujar Irlan, Selasa (21/4/2026).
Ia mengatakan, di era digital saat ini, seniman dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi, termasuk membuat konten kreatif untuk memperkenalkan produk seni dan budaya kepada masyarakat luas.
“Sekarang zamannya digitalisasi. Seniman harus bisa membuat konten, memperkenalkan karya lama maupun baru, serta memperluas jaringan agar peluang mendapatkan penghasilan semakin besar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila menjelaskan, pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber profesional dari berbagai instansi dan latar belakang keilmuan.
Waya menerangkan, materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi : Seni dan Budaya dalam Kehidupan Bermasyarakat oleh Prof. Dr. Sutirna, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Regulasi tentang Seni dan Kebudayaan sebagai Pedoman Berkesenian oleh Dr. Solahudin, M.Pd., Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dinamika Kelompok tentang Manajemen Seni dan Kebudayaan oleh Dr. Fadjri Rizkiyanti, M.MPd., dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, dan Cara Menempuh Program Dana Indonesiana “Dana Abadi Kebudayaan” oleh Asep Wadi, M.Sn.,
“Materi ini dirancang agar seniman tidak hanya memahami proses kreatif, tetapi juga aspek regulasi, manajemen, hingga peluang pendanaan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi upaya pemerintah dalam mendorong kesejahteraan seniman agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Seniman jangan hanya menunggu panggilan tampil. Mereka harus bisa memproduksi, mengembangkan, dan mempublikasikan karya sendiri, termasuk melalui media sosial. Kalau sudah dikenal luas, tentu berpotensi menghasilkan pendapatan yang besar,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DKDK Karawang, Asep Junaedi mengapresiasi langkah Disdikbud Karawang yang dinilai memberikan perhatian nyata kepada para pelaku seni.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari pemerintah daerah. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa memotivasi para pelaku seni untuk mengelola grup kesenian secara profesional dan menghasilkan nilai ekonomi,” tuturnya.
Ia berharap, melalui pelatihan ini, para seniman di Karawang dapat semakin berkembang, tidak hanya dalam menjaga dan melestarikan budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan melalui karya yang dikelola secara profesional.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
