KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar berbagai kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan selama bulan Ramadan. Program tersebut diisi dengan beragam aktivitas religius, mulai dari kelas pesantren harian, pengajian, hingga kegiatan ibadah bagi pemeluk agama lain.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, mengatakan bahwa selama Ramadan pihaknya membuka kelas khusus pesantren yang dilaksanakan setiap hari di Masjid Lapas Karawang. Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan muslim sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama menjalani masa pidana.
“Di bulan Ramadan ini kami mengadakan kelas khusus pesantren. Jadi setiap hari ada pembinaan-pembinaan pengajian di masjid lapas khusus untuk warga binaan,” kata Christo, Selasa (10/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan berbagai materi pembinaan seperti pengajian, pembelajaran agama, serta kegiatan keagamaan lainnya yang bertujuan memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki perilaku.
Menurut Christo, momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Kami berharap di bulan Ramadan ini warga binaan bisa kembali hijrah kepada Allah SWT, sehingga mereka benar-benar bertaubat dan tidak melakukan kejahatan lagi ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan di Lapas Karawang tidak hanya diperuntukkan bagi warga binaan muslim. Warga binaan nonmuslim juga tetap mendapatkan pembinaan sesuai dengan agama masing-masing.
Warga binaan yang beragama Buddha melaksanakan kegiatan keagamaan di wihara yang berada di dalam lapas, sementara warga binaan beragama Kristen menjalankan ibadah di gereja lapas.
“Untuk yang nonmuslim ada penyesuaian setiap hari. Yang beragama Buddha ada kegiatan di wihara, dan yang beragama Kristen juga ada kegiatan di gerejanya,” jelas Christo.
Melalui berbagai kegiatan keagamaan tersebut, pihak lapas berharap seluruh warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik serta memiliki bekal moral dan spiritual ketika kembali ke tengah masyarakat.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
