KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Karawang diwajibkan melaksanakan kegiatan pendidikan karakter ekologi atau pesantren ekologi selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, mulai 23 Februari hingga 16 Maret 2026.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang nomor 400.3/378/Disdikbud. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang memadukan pembinaan spiritual dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah menjelaskan, pesantren ekologi merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan edukasi lingkungan hidup.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengikuti pembinaan keagamaan selama Ramadan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung kepedulian terhadap alam.
“Pesantren ekologi adalah kegiatan pendidikan karakter yang menggabungkan pembinaan spiritual dengan kesadaran menjaga lingkungan. Jadi siswa tidak hanya belajar ibadah secara teori, tetapi juga memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai ibadah,” ujar Wawan, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, pelaksanaan program di sekolah dapat diisi dengan berbagai kegiatan, seperti kajian keagamaan, gerakan kebersihan lingkungan, pengelolaan dan pemilahan sampah, penanaman pohon, serta edukasi pengurangan penggunaan plastik.
Wawan menegaskan, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk membangun kebiasaan positif peserta didik karena nilai kedisiplinan, kepedulian, dan kesederhanaan sedang diperkuat selama menjalankan ibadah puasa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian sosial dan lingkungan sejak dini. Harapannya, budaya menjaga kebersihan dan kelestarian alam tidak hanya berlangsung selama program, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Disdikbud Karawang juga meminta seluruh sekolah melaksanakan kegiatan secara edukatif dan menyesuaikan kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga pesantren ekologi dapat berjalan optimal tanpa mengurangi esensi pembelajaran Ramadan.
Di SDN Karawang Wetan I, program pesantren ekologi selama Ramadan diawali dengan pembiasaan ibadah seperti salat dhuha berjamaah, dzikir, dan tadarus Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan materi edukasi lingkungan yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman.
Siswa juga mengikuti sesi diskusi tentang kebersihan sebagai bagian dari iman, praktik menjaga lingkungan sekolah, serta aksi nyata seperti membersihkan area sekolah dan merawat tanaman. Pada beberapa kegiatan, peserta didik diajak melakukan penanaman pohon dan pembiasaan memilah sampah sebagai bentuk penerapan langsung materi yang dipelajari.
Kepala SDN Karawang Wetan I, Yeni Mulyani mengatakan, pendekatan praktik menjadi kunci agar siswa mudah memahami keterkaitan antara ibadah dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini siswa menjadi lebih sadar bahwa menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan menghemat air adalah bagian dari ibadah. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari,” ujar Yeni.
Menurutnya, pembelajaran dikemas sesuai usia sekolah dasar dengan mengaitkan aktivitas lingkungan dengan dalil Al-Qur’an dan hadis sederhana, sehingga nilai spiritual dan tanggung jawab sosial dapat tumbuh secara bersamaan.
Ia menilai pesantren ekologi Ramadan menjadi inovasi pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter siswa. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menumbuhkan disiplin, gotong royong, serta budaya positif di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang terus diterapkan siswa baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
