JAKARTA, iNewsKarawang.id– Terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dan istrinya, Pemerintah Rusia melalui Kementerian Luar Negerinya mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera membebaskan.
Tuntutan ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Ibu Negara Venezuela berhasil ditangkap dalam operasi militer di ibu kota Caracas pada Sabtu 3 Januari 2026 waktu setempat.
"Kami dengan tegas menyerukan kepada kepemimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi ini dan membebaskan presiden yang terpilih secara sah dari sebuah negara berdaulat beserta istrinya," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu, melansir The Moscow Times, Minggu (4/1/2026).
Moskow menekankan pentingnya penyelesaian konfrontasi dramatis ini melalui jalur diplomasi, bukan kekerasan militer. Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dilaporkan telah melakukan pembicaraan telepon dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Gomez. Lavrov menyatakan solidaritas penuh Rusia terhadap rakyat Venezuela dalam menghadapi "agresi bersenjata."
Terkait keberadaan Gomez, muncul laporan dari sumber anonim Reuters yang menyebutkan sang Wakil Presiden saat ini berada di Moskow. Namun, otoritas Rusia dengan cepat membantah kabar tersebut dan melabelinya sebagai berita bohong atau hoaks.
"Rusia akan terus mendukung jalur yang ditempuh oleh kepemimpinan Bolivarian untuk membela kepentingan nasional dan kedaulatan negara," tegas pihak kementerian sembari memperingatkan agar semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah melaksanakan "serangan skala besar" terhadap Venezuela pada Sabtu pagi. Trump menyatakan Maduro dan istrinya ditangkap melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum AS.
Keduanya diterbangkan ke New York untuk menghadapi tuntutan pidana di pengadilan AS. Kepada The New York Times, Trump memuji keberhasilan operasi tersebut.
"Banyak perencanaan yang matang, pasukan yang hebat, dan orang-orang yang luar biasa. Itu sebenarnya adalah operasi yang brilian," ujar Trump.
Namun, pihak Moskow membalas pernyataan tersebut dengan menyebut penangkapan Maduro sebagai bentuk "pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka."
Editor : Boby
Artikel Terkait
