Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi hingga 1 Ton di Bondowoso
BONDOWOSO, iNewsKarawsng.id - Polisi mengungkap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) .
Dari hasil pengungkapan, Polisi mengamankan dua tersangka dengan barang bukti mencapai lebih dari 1 ton BBM Ilegal dalam dua lokasi berbeda.
Pengungkapan ini dilakukan Satreskrim Polres Bondowoso setelah mendapati praktik ilegal pembelian dan penjualan kembali BBM subsidi dengan harga di atas ketentuan. Kedua pelaku diketahui memanfaatkan celah sistem untuk meraup keuntungan besar.
Kanit Reskrim Polres Bondowoso IPTU Wawan Triono mengungkapkan selain dua tersangka turut pula diamankan barang bukti BBM dari dua tempat kejadian perkara (TKP).
"Total ada 1 ton lebih barang bukti dari dua kasus," ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku membeli Pertalite secara berulang menggunakan berbagai barcode berbeda. Aksi ini dilakukan dalam waktu berbeda bahkan hingga larut malam demi mendapatkan pasokan lebih banyak.
Setelah dikumpulkan, BBM subsidi tersebut kemudian dijual kembali ke pertamini dan kios-kios dengan harga lebih tinggi.
"BBM ini dijual sesuai permintaan, ada yang jual ke pertamini dan lainnya," katanya.
Untuk melancarkan aksinya, pelaku memodifikasi kendaraan jenis pikap dan mobil pribadi agar mampu mengangkut BBM dalam jumlah besar. Modus ini membuat distribusi ilegal berjalan lebih leluasa tanpa terdeteksi.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan dua TKP dengan total barang bukti yang cukup besar. Di lokasi pertama diamankan 175 liter, sedangkan di lokasi kedua mencapai 840 liter.
Jika ditotal, seluruh BBM yang berhasil disita mencapai sekitar 1,015 ton. BBM tersebut kemudian dijual kembali dengan harga bervariasi mulai Rp12.000 hingga Rp15.000 per liter. Praktik ini jelas merugikan negara sekaligus masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi dengan harga resmi.
Kasus penimbunan BBM subsidi ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Polisi membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk SPBU dalam praktik penimbunan tersebut.
"Kami masih akan dalami keterlibatan SPBU," ucapnya.
Polres Bondowoso memastikan akan terus mengusut jaringan penyalahgunaan BBM subsidi ini hingga tuntas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik serupa yang dapat merugikan masyarakat luas.
Editor : Boby