Pemuda Asal Serang Mudik dan Pulang Gowes Sepeda, Ini Ceritanya!

LAMPUNG, iNewsKarawang.id-Pemudik memilih cara berbeda untuk pulang ke kampung halamannya saat mudik Lebaran 2025.
Seperti halnya yang dilakukan dua pemudik asal Serang, Banten, Riko dan Rizal. Pasalnya kedua saudara sepupu ini memilih mudik lebaran ke Lampung dengan menggowes sepeda. Keduanya menempuh perjalanan sejauh 300 kilometer atau untuk bisa sampai ke daerah Kemiling, Kota Bandarlampung.
Bagi Riko dan Rizal yang merupakan pehobi sepeda atau gowes tentu memiliki kesan tersendiri mudik dengan cara gowes sepeda, meski menempuh perjalanan sejauh ratusan kilometer dan berjam-jam.
Berdasarkan pantauan, barang yang dibawa kedua pemudik ini tidak banyak bekal yang dibawa selama perjalanan mudiknya kali ini.
Terlihat hanya ada beberapa pakaian, perlengkapan mandi dan perlengkapan sepeda seperti baterai untuk keperluan penerangan saat perjalanan malam hari yang diikat pada stang bawah bagian depan sepeda.
Kemudian pada bagian belakang sepeda terdapat oleh-oleh 4 bungkus kerupuk kemplang 4-5 yang diikat di atas perlengkapan jas hujan.
Saat ditemui di area kantong parkir khusus kendaraan motor di dermaga 2 reguler Pelabuhan Bakauheni, Riko mengatakan, dia dan saudaranya hendak kembali ke Serang, Banten.
"Ini mau pulang ke Serang, Banten. Kemarin pas mudik ke Lampung, saya dan saudara saya ini berangkat dari Pelabuhan Ciwandan dan turunnya di Pelabuhan Wika Beton, Bakauheni. Ya pakai sepeda ini mudiknya," ujarnya, Jumat (4/4/2025).
Riko mengungkapkan, perjalanan mudik lebaran yang mereka lakukan dari Banten hingga sampai ke Lampung menghabiskan waktu selama 5-7 jam.
"Jarak yang ditempuh, sekitar 300 kilometer atau selama 5-7 jam. Sesekali istirahat untuk sholat, lalu jika kepergok hujan saat di perjalanan," kata dia.
Rizal mengaku, mudik lebaran Idul Fitri dengan gowes sepeda ini, bukan kali pertama dilakukannya, melainkan sudah sejak tahun 2022 dia mudik lebaran dengan gowes sepeda.
Rasa haru bercampur suka cita dirasakan Rizal ketika bertemu dengan keluarga dan kerabatnya.
Meski harus melewati medan tanjakan, cuaca panas bahkan hujan dengan menempuh jarak ratusan kilometer, tapi tidak menyurutkan semangat keduanya untuk bisa bertemu keluarga dan berlebaran bersama di kampung halamannya di daerah Kemiling, Kota Bandarlampung.
"Sudah 4 kali lebaran saya mudik pakai sepeda. Capek pastinya ya lah, tapi rasa lelah mengayuh sepeda seketika hilang terobati, begitu bertemu sama keluarga di momen lebaran," ungkapnya.
Dikatakannya, dia melakukan perjalan mudik lebaran seorang diri, sementara istri dan anaknya berlebaran di rumah Serang, Banten.
"Sendiri mudiknya, istri dan anak lebaran di Serang, Banten sama mertua. Kalau lebaran dua tahun sebelumnya, istri dan anak ikut mudik ke Kemiling tapi naik kendaraan umum dan saya tetap gowes sepeda saja," tuturnya.
Riko melanjutkan, mudik dengan gowes sepeda selain karena hobi, juga lebih murah jika dibandingkan menggunakan kendaraan motor, mobil maupun kendaraan umum.
"Mudik pakai sepeda lebih sehat, nggak kena macet di jalan, irit biaya juga dan bisa menikmati indahnya pemandangan. Ngayuhnya santai aja, ya biar gak kerasa capeknya," pungkasnya.
Editor : Boby