get app
inews
Aa Text
Read Next : Intip Peluang Kerja di Luar Negeri, Pendidikan Vokasi Siapkan Tenaga Migran Profesional

Viral Video Beras Merek SPHP Tak Sesuai Takaran, Wadirut Sebut Itu Bukan Bulog

Jum'at, 28 Maret 2025 | 01:10 WIB
header img
Wadirut Bulog Soal Viral Video Beras Merek SPHP Tak Sesuai Takaran. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA, iNewsKarawang.id-Beras merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tak sesuai takaran videonya viral. Bulog pun langsung membatah hal tersebut. 

Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq menegaskan bahwa kecurangan tersebut tidak dilakukan oleh Bulog.

Bantahan tersebut disampaikan Wadirut Bulog usai pelepasan mudik gratis oleh Bulog yang digelar pada Kamis (27/3/2025). "Yang jelas itu bukan Bulog,"tandasnya.

Marga menyatakan bahwa Bulog memiliki pengawasan ketat sebelum beras didistribusikan. Namun jika beras sudah dilepas dari gudang, ia menyebut maka prosesnya sudah menjadi tanggung jawab pasar.

"Dari Bulog pengawasannya itu quality control kita ada, setelah itu setelah lepas di pasar itulah, kan bisa saja, misalnya habis nih kantongnya itu kan habis, diisi lagi sama dia pakai kantong beras yang SPHP," imbuhnya.

Lebih jauh Marga menilai jika terjadi kecurangan di lapangan bisa diserahkan kepada Satgas Pangan. Ia pun menyarankan agar temuan kecurangan bisa segera dilaporkan.

"Itu serahkan sama Satgas Pangan lah. Bulog itu hanya menyiapkan beras. Ada Satgas Pangan, kalau ditemukan begitu seperti itu ada Satgas Pangan, laporkan," pungkasnya.

Stok Lebaran 

Bulog siap dalam menjaga stok beras menjelang Lebaran. Menurutnya saat ini stok beras dalam status aman.

"Di gudang sekarang ada 2,2 juta ton stok CBP, jadi sangat aman," kata Marga.

Dia menambahkan, percepatan penyerapan gabah sampai saat ini terus dijalankan. Hal ini dimungkinkan karena Bulog memiliki program khusus dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan.

Marga juga mengatakan pegawai Bulog di daerah tetap bekerja dengan sistem piket meskipun di hari libur. Ini semua dilakukan untuk menyesuaikan dengan jadwal panen petani.

"Di masa panen ini kan kalau kita lihat kebiasaan petani kita kadang dia hanya libur satu hari kemudian dia turun lagi gitu ya jadi kita intinya siap," tegasnya.

Dalam upaya menjaga stabilitas pangan, Marga menyebut pemerintah juga telah mencairkan anggaran sebesar Rp16 triliun sejak 10 Maret 2025 untuk menyerap beras hingga 3 juta ton dalam tahun ini.

"Pokoknya dana sudah siap, jadi kita dengan petani cash and carry bayar di sawah, Rp6500. Stok yang kita serap, gabah sudah 650 ribu ton, CBP 2,2 juta ton. Stok kita jadi sangat aman gitu," imbuhnya.

Lebih jauh Marga menegaskan bahwa serapan harian beras juga meningkat, dengan angka tertinggi mencapai lebih dari 30 ribu ton seiring dengan masuknya musim panen raya.

"Tentu Bulog selalu siap, sebagai cadangan pangan atau khususnya beras pemerintah kita sudah siap," pungkasnya.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut