Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Fenomena Blue Fire Muncul di Kawah Manuk Papandayan, IABI Ingatkan Bahaya Gas Vulkanik
Advertisement . Scroll to see content

Viral di Medsos Stroke Kuping, Apakah Benar Ada?

Kamis, 09 Maret 2023 | 11:48 WIB
  • author Vivin Lizetha/Boby
Viral di Medsos Stroke Kuping, Apakah Benar Ada?
Stroke kuping. (foto: Unsplash

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Pembahasan mengenai stroke kupingtengah hangat diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, artis Kiky Saputri mengunggah cerita tentang sang mertua yang sempat didiagnosa dokter di rumah sakit Indonesia, terkena stroke kuping.

"Mertua saya didiagnosa stroke kuping karena tiba-tiba pendengarannya terganggu. Disuntik dalemnya, malah makin parah pendengarannya," cerita Kiky dalam unggahan yang diposting di akun Twitternya, @kikysaputri, dikutip pada Rabu (8/3/2023).

Namun saat dibawa ke rumah sakit di Singapura, dokter di sana malah meledek. Menurut sang dokter stroke kuping itu tak ada dan mendiagnosa sang mertua hanya menderita flu biasa.

 "Akhirnya ke RS Spore dan diketawain sama dokternya mana ada stroke kuping. Itu cuma flu jadinya bindeng ke telinga dan sekarang udah sembuh. Kocak kan?," terangnya.

Terkait unggah komedian Kiky itu, banyak yang penasaran dengan stroke kuping. Apa benar ada atau tidak?

Dikutip dari The Healthy Journal, Rabu (8/3/2023), Stroke Telinga atau Ear Stroke memang ada dalam dunia kesehatan. Yaitu kondisi gangguan pendengaran sensorineum mendadak. Kejadiannya sangat singkat lebih kurang tiga hari, pasien tiba-tiba kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan pendengarannya.

Kondisi menghilangnya pendengaran biasanya juga disertai rasa pusing mendadak, tinnitus, dan sakit telinga. Saat gejala awal muncul, banyak orang tak menanggapi serius gejala stroke kuping.

Tak sedikit yang berpikir penyebab menghilangnya pendengaran adalah karena kotoran telinga ataupun penyakit ringan lainnya seperti flu. Karena tak jarang hilangnya pendengaran hanya berlangsung sebentar dan menunda penanganan medis.

Padahal di fase awal itulah waktu terbaik untuk pengobatan. Hal ini seperti yang dikutip dari QHMS, dua minggu pertama setelah timbulnya penyakit adalah periode emas untuk pengobatan.

Karena jika tak tertangani dengan tepat dan sesegera mungkin, pemulihan pendengaran akan lebih sulit. Dalam keadaan terburuk, kondisi stroke telinga bahkan menyebabkan ketulian permanen.

Editor: Boby

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut