Ini Respons AHY: Cegah Kecelakaan Terulang, Percepat Bangun Flyover di Pelintasan Sebidang Kereta

Niko Prayoga/Boby
Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Niko Prayoga

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Banyaknya pelintasan kereta sebidang yang bersinggungan dengan jalur transportasi darat, menjadi sorotan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Rencananya, AHY  akan mempercepat pembangunan flyover di sejumlah pelintasan sebidang.

AHY merespons soal itu saat kecelakaan Kereta Api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. AHY mengatakan flyover di pelintasan sebidang dapat mengurai kemacetan yang berpotensi menimbulkan bahaya. 

“Saya minta dan saya ingin mendorong untuk mempercepat semuanya karena memang misalnya untuk membangun flyover sehingga tidak lagi ada lintasan sebidang. Ini perlu penyiapan tata ruangnya, lahannya, ini juga membutuhkan proses pembangunan flyover itu sendiri,” kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 

Setelah pembangunan flyover selesai atau mulai berjalan di titik yang ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah pembaharuan sistem lalu lintas (traffic) yang kemudian dikelola dengan baik. 

“Sekaligus bisa menutup sejumlah lintasan sebidang lainnya jika flyover tersebut misalnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat kita,” tutur dia.

AHY mengatakan setiap pelintasan kereta sebidang harus memiliki palang serta petugas penjaga sebagai bentuk keamanan di perlintasan tersebut. 

“Sekaligus tentunya kita identifikasi apa saja yang bisa segera kita lakukan. Misalnya, terhadap masih cukup banyaknya lintasan sebidang tadi, kita harus memastikan setiap titik pelintasan kereta itu harus ada pengamanan, harus ada petugas yang menjaga,” tutur dia.

AHY menyebut hal itu juga harus didukung dengan solusi pembangunan infrastruktur pada tahap berikutnya. Terutama para titik-titik strategis yang pada dan berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan bahaya maut. 

Diketahui, Polda Metro Jaya mencatat terdapat 15 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Hingga saat ini, proses identifikasi jenazah masih terus dilakukan.

"Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini," ucap Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Martinus menambahkan, dari 15 jenazah, 10 di antaranya berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan, 5 orang sisanya berada di RS Kota Bekasi, di mana semuanya masih dilakukan proses identifikasi.

"Semuanya masih dilakukan proses identifikasi," kata dia.

Editor : Boby

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network