KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mulai mengubah pola transportasi harian dengan menggunakan sepeda hingga nebeng sepeda motor sebagai bagian dari upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini terlihat dari kebiasaan baru para pejabat saat berangkat ke kantor. Diantaranya, Asisten Daerah (Asda) III Karawang, Arif Bijaksana, memilih menggunakan sepeda, sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Kadisparpora) Karawang, Abas Sudrajat, memilih nebeng motor milik stafnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang juga telah lebih dulu menggunakan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan dinas. Bahkan, Bupati Karawang, Aep Syaepulloh, turut memberi contoh dengan menggunakan mobil listrik pribadi.
Asda III Karawang, Arif Bijaksana, mengatakan kebiasaannya bersepeda bukan hal baru, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya sejak lama.
“Saya mulai bersepeda sejak tahun 2010, jadi ini bukan hal baru. Kebetulan sekarang ada anjuran hemat BBM, jadi sejalan dengan hobi saya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, penggunaan sepeda juga sejalan dengan kebijakan Work From Home (WFH) yang bertujuan mengurangi mobilitas dan konsumsi bahan bakar.
“Dari rumah ke kantor bisa pakai sepeda, motor, atau kendaraan listrik, yang penting mengurangi BBM,” katanya.
Arif menambahkan, pihaknya juga mulai mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk mengikuti langkah serupa dengan menyediakan fasilitas parkir sepeda di lingkungan kantor.
“Kami sudah siapkan tempat parkir sepeda. Kalau ada yang mau ikut, silakan,” ungkapnya.
Ia menilai, penggunaan kendaraan ramah lingkungan perlu terus didorong selama kebijakan penghematan BBM masih berlaku. Terlebih, kendaraan dinas kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kini disimpan di kantor.
“Jadi dari rumah ke kantor tidak pakai kendaraan dinas,” jelasnya.
Sementara itu, Kadisparpora Karawang, Abas Sudrajat, mengaku memilih nebeng motor staf sebagai bentuk sederhana mendukung kebijakan efisiensi energi.
“Saya kebetulan ‘ngojek’, ikut staf naik motor ke kantor,” ujarnya.
Menurut Abas, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam menekan konsumsi BBM, yang juga dipengaruhi kondisi global dan dinamika geopolitik energi.
Di lingkungan Disparpora, kata dia, perubahan pola transportasi pegawai mulai terlihat, meski belum merata.
“Ada yang pakai sepeda, ada juga yang tetap pakai motor karena jaraknya jauh. Yang penting bagaimana kita bisa menghemat BBM,” katanya.
Ia pun mengaku memilih nebeng karena belum terbiasa bersepeda serta mempertimbangkan faktor kenyamanan.
“Lebih nyaman nebeng saja, kebetulan ada staf yang bisa antar jemput,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
