Eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok, Saksi Pengibaran Merah Putih yang Terlupakan

Nurul Rahma Amalia
Eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok, Saksi Pengibaran Merah Putih yang Terlupakan. (Foto : iNewskarawang.id/Nurul Rahma Amalia).

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Rengasdengklok selama ini dikenal sebagai salah satu tempat bersejarah dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia. Nama Rumah Djiaw Kie Siong dan Tugu Kebulatan Tekad sering disebut ketika orang membicarakan Peristiwa Rengasdengklok.

Namun tak banyak yang tahu, di sudut kawasan itu berdiri sebuah bangunan tua yang juga menyimpan cerita penting tentang lahirnya semangat kemerdekaan yaknis, eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok.

Bangunan yang kini tampak sederhana tersebut pernah menjadi saksi momen bersejarah. Di tempat inilah, pada 16 Agustus 1945, bendera Jepang diturunkan dan Sang Saka Merah Putih dikibarkan oleh para pejuang.

Sejarawan Karawang, Dharma Gaotama, menjelaskan bahwa peristiwa itu merupakan bagian penting dari rangkaian sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Kalau bercerita tentang peristiwa Rengasdengklok, bukan hanya Rumah Djiaw Kie Siong dan Tugu Kebulatan Tekad saja. Kantor eks kewedanaan ini juga bagian penting karena di situlah berlangsung upacara bendera pertama,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Menurut Dharma, peristiwa tersebut berlangsung secara sederhana namun sarat makna. Saat itu para pejuang berhasil melucuti tentara Jepang yang masih berada di lokasi. Setelah itu, bendera Jepang diturunkan dan diganti dengan pengibaran bendera Merah Putih.

Momen tersebut menjadi simbol perlawanan sekaligus penegasan semangat kemerdekaan yang tengah berkobar di kalangan para pejuang.

Sayangnya, jejak sejarah itu belum banyak dikenal masyarakat. Banyak warga yang melintas atau tinggal di sekitar lokasi tanpa mengetahui bahwa bangunan tersebut merupakan salah satu situs cagar budaya di Karawang.

Minimnya informasi dan sosialisasi membuat keberadaan situs bersejarah ini seolah tenggelam di tengah perkembangan zaman.

Kondisi itu mendorong sejumlah komunitas pecinta sejarah di Karawang untuk bergerak. Mereka secara rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih di area bangunan sekaligus mengajak masyarakat datang dan mengenal sejarah tempat tersebut.

“Selain bersih-bersih, kami juga mengajak masyarakat datang ke sana agar tahu bahwa tempat ini memiliki sejarah penting bagi bangsa,” kata Dharma.

Komunitas yang terlibat antara lain Karawang Walking Tour, Terminal Institute, serta sejumlah pegiat sejarah lokal yang tergabung dalam forum peduli sejarah Karawang.

Melalui kegiatan edukasi, diskusi, hingga tur sejarah, mereka berupaya menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat tentang peran Rengasdengklok dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.

Bagi para pegiat sejarah, menjaga situs seperti eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok bukan hanya soal merawat bangunan tua. Lebih dari itu, upaya tersebut adalah menjaga ingatan bangsa agar generasi muda tidak melupakan jejak perjuangan yang pernah terjadi di tanah mereka sendiri.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network