KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc memastikan seluruh aktivitas akademik di lingkungan kampus tetap berjalan normal meskipun terdampak kebijakan efisiensi dan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
Prof. Ade mengatakan, efisiensi anggaran memang dirasakan oleh perguruan tinggi, namun tidak sampai menghambat kegiatan utama kampus maupun menurunkan standar pendidikan.
“Dampaknya pasti ada, tetapi tidak ada kegiatan akademik yang dipending. Setiap semester tetap berjalan dan standar pendidikan tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran, UNSIKA melakukan sejumlah penyesuaian, antara lain dengan mengoptimalkan pembelajaran daring, blended learning, serta pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menurutnya, langkah tersebut cukup efektif dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah keterbatasan anggaran.
Meski demikian, dampak efisiensi lebih dirasakan pada sektor kemahasiswaan. Pendanaan kegiatan mahasiswa dinilai lebih rentan karena tidak seluruhnya tercakup dalam program formal yang telah memiliki alokasi anggaran tetap.
“Kegiatan mahasiswa sangat bergantung pada alokasi dana, sehingga dampaknya lebih terasa dibandingkan program akademik,” katanya.
Selain itu, kondisi ekonomi keluarga mahasiswa yang ikut terpengaruh oleh situasi efisiensi secara umum juga berdampak pada partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan di luar perkuliahan.
Sebagai langkah antisipasi, UNSIKA mendorong pengelolaan anggaran yang lebih kreatif dan adaptif, dengan mengoptimalkan penggunaan dana yang tersedia serta mencari dukungan dari pihak luar ketika anggaran terbatas.
“Kami harus menyesuaikan. Jika dana cukup dimaksimalkan, jika terbatas kami menahan kegiatan atau mencari dukungan dari luar,” ujar Prof. Ade.
Ia menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya dialami UNSIKA, tetapi hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
"Oleh karena itu, penyesuaian dan inovasi menjadi kunci agar kegiatan pendidikan tinggi tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran," tukasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
