JAKARTA, iNEWSKarawang.id – Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA, menjelaskan dua perkara penting yang perlu dipahami umat Islam ketika berdoa, yakni perbedaan antara meminta agar doa segera dikabulkan dengan sikap tergesa-gesa dalam doa yang justru tercela dalam ajaran Islam.
Menurutnya, banyak orang keliru memahami konsep “segera” dalam doa. Padahal, meminta kepada Allah SWT agar hajat dikabulkan dengan segera adalah sesuatu yang dibolehkan dan memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.
“Berdoa agar diberikan sesuatu dengan segera itu dibolehkan, karena termasuk bentuk berharap akan kemurahan Allah Ta’ala, bukan sikap tergesa-gesa yang dicela,” ujar Ustadz Musyaffa’ dalam keterangannya.
Ia mencontohkan doa Rasulullah SAW saat memohon hujan (istisqa), yang di dalamnya terdapat permohonan agar hujan diturunkan tanpa ditunda. Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Abu Dawud.
Namun demikian, Ustadz Musyaffa’ menegaskan bahwa sikap tergesa-gesa dalam doa memiliki makna yang berbeda dan justru dilarang.
Sikap tergesa-gesa yang dimaksud adalah ketika seseorang merasa doanya terlalu lama dikabulkan, tidak ridha kepada Allah SWT, mulai meragukan kemurahan-Nya, hingga mengeluh dan berputus asa karena keinginannya belum terwujud.
“Allah tidak meridhai hati seorang hamba yang beriman menjadi sempit dan putus asa hanya karena doanya belum dikabulkan,” jelasnya.
Ia kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim, yang menegaskan bahwa doa seorang hamba akan terus dikabulkan selama tidak mengandung unsur dosa, pemutusan silaturahmi, dan tidak disertai sikap tergesa-gesa.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sikap tergesa-gesa adalah ketika seseorang berkata, “Aku sudah berdoa dan berdoa, tetapi aku tidak melihat doaku dikabulkan,” lalu ia menjadi lemah dan akhirnya meninggalkan doa.
Ustadz Musyaffa’ mengingatkan agar umat Islam senantiasa menjaga adab dalam berdoa, tetap berbaik sangka kepada Allah SWT, dan tidak berhenti memohon meski jawaban doa belum kunjung datang.
“Semoga hal ini dapat dipahami dengan baik dan Allah memberikan keberkahan kepada kita semua,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
