get app
inews
Aa Text
Read Next : Rekayasa Lalu Lintas One Way Sepenggal Diterapkan di KM 70-263 Tol Trans Jawa

Ini Penyebab Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk saat Mudik Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 09:42 WIB
header img
Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Foto: iNews

JAKARTA, iNewsKarawang.id -Kemacetan parah di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sudah dapat diurai sehingga panjang antrean kini berkurang menjadi delapan kilometer. Sebelumnya dilaporkan, kemacetan kendaraan sempat terjadi pada Minggu (15/3/2026) hingga sepanjang lebih dari 20 kilometer.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan hal itu dalam keterangan resmi, Selasa (18/3/2026).

Lanjut Dudy mengimbau para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang masih beroperasi selama periode Angkutan Lebaran ini menyebabkan kepadatan dan antrean panjang di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. 

Menurut dia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) telah mengambil langkah-langkah untuk mengurai kepadatan di Gilimanuk. 

Beberapa langkah yang sudah dilakukan antara lain mengoperasikan kapal-kapal besar, penambahan kapal menjadi 35 kapal oleh ASDP, mengoptimalkan buffer zone, serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.

"Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi," ujar Dudy 

Selanjutnya, langkah mitigasi lain akan dilakukan apabila masih terdapat banyak kendaraan yang belum terangkut pada saat Hari Raya Nyepi. Kendaraan kecil serta bus akan menjadi prioritas untuk memasuki kapal dan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, mengingat jumlah penumpang di kedua moda tersebut dinilai cukup besar. 

"Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi," tutur dia. 

Dudy memastikan para sopir kendaraan besar tersebut tidak akan dikenai biaya transportasi dari Gilimanuk menuju Banyuwangi hingga kembali lagi ke Gilimanuk. Demikian juga dengan biaya akomodasi yang akan disiapkan oleh PT ASDP.

Dia menambahkan, dari sisi Pelabuhan Ketapang juga sudah disiapkan langkah penanganan agar arus kendaraan yang tiba dari Pelabuhan Gilimanuk tidak tersendat dan berjalan lancar. 

"Di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ketapang juga ada beberapa buffer zone diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan,” tuturnya.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut