get app
inews
Aa Read Next : Timnas Spanyol Tekuk Timnas Kroasia 3-0 di Euro 2024, La Furia Roja Tampil Dominan

Duh, Pria Ini Meninggal usai Lakukan Latihan Gantung Leher yang Kontroversial

Rabu, 22 Mei 2024 | 14:06 WIB
header img
Pria ini meninggal usai lakukan olahraga gantung leher. (Foto: Oddity Central)

JAKARTA, iNewsKarawang.id-Akibat melakukan latihan gantung leher yang kontroversial, seorang pria asal tiongkok meninggal dunia.

Diketahui latihan ini, mengharuskan seseorang menggantung tanpa pijakan hanya dengan menopang tubuh menggunakan tali dagu dan telah populer di Tiongkok selama sekitar 10 tahun terakhir.

Latihan ini pertama kali ditemukan pada 2017 oleh Sun Rongchun, penduduk asli Shenyang, sebagai metode untuk meredakan nyeri leher dan punggung. Sun Rongchun mengklaim bahwa ayunan leher dapat mengurangi tekanan pada saraf dan memberikan bantuan pada masalah tulang belakang. (Merangkum dari Oddity Central pada Rabu (22/5/2024)).

Meskipun terdengar tidak aman, banyak penggiat yang mengklaim manfaat dari metode ini, dan ayunan leher telah menjadi hal yang umum ditemui di taman dan pusat kebugaran luar ruangan. Mereka percaya bahwa latihan ini dapat mengatasi masalah leher dan punggung dengan cara yang alami dan efektif.

Namun, tragedi yang terjadi pada 15 Mei telah menyoroti risiko besar yang terkait dengan praktik ini. Menurut laporan polisi, pria tersebut meninggal akibat kesalahan dalam menggunakan alat gantung leher.

Saksi mata mengatakan bahwa pria tersebut mungkin menyandarkan lehernya pada ayunan, bukan pada dagu, atau menggunakan terlalu banyak tenaga saat mengayunkan tubuhnya. Kesalahan ini justru terbukti sangat fatal.

Para dokter telah lama memperingatkan tentang risiko latihan gantung leher ini. Zhao Qiang, wakil direktur Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Pengobatan Tradisional Tiongkok Tianjin, juga menegaskan bahwa penggunaan alat ini dapat membahayakan.

"Tidak disarankan untuk berolahraga dengan alat ini meskipun konsepnya didasarkan pada prinsip traksi klinis" kata Zhao Qiang, wakil direktur Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Pengobatan Tradisional Tiongkok Tianjin.

Dia juga menyatakan bahwa latihan semacam ini dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf dan sumsum tulang belakang, bahkan dapat menyebabkan paraplegia atau kelumpuhan. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penggunaan gantungan leher ini dalam menjaga kebugaran.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut