Bupati Aep Tinjau Tanggul Jebol di Telukjambe Barat, Ratusan KK Terendam Banjir

Iqbal Maulana Bahtiar
Bupati Aep Tinjau Tanggul Jebol di Telukjambe Barat, Ratusan KK Terendam Banjir. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Tanggul di Desa Margakaya, Kampung Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang jebol pada Jumat (16/1/2026) pagi. Akibatnya, satu dusun terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, meninjau langsung lokasi kejadian bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial (Dinsos).

Bupati menjelaskan, tanggul jebol sekitar pukul 06.00 WIB. Awalnya, keretakan hanya sepanjang dua meter, namun melebar hingga enam meter.

“Penyebabnya karena tanggul ini sudah tua,” ujar Aep di lokasi.

Ia menyebutkan, jebolnya tanggul berdampak pada sekitar 400 kepala keluarga (KK) serta area persawahan, yang hingga kini masih dalam proses pendataan luas terdampaknya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan penanggulangan sementara dengan memasang bronjong di titik tanggul jebol. Namun, Bupati menegaskan agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera melakukan perbaikan secara permanen.

“Untuk sementara kita tanggulangi dulu. Saya juga sudah menghubungi BBWS agar mengecilkan debit air. Selanjutnya perbaikan permanen menjadi kewenangan BBWS,” tegasnya.

Bupati juga meminta BBWS melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tanggul lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno, menjelaskan bahwa di lokasi tanggul jebol terdapat sipon yang berfungsi sebagai jalur lalu lintas air irigasi sawah.

“Karena struktur tanggul sudah tua dan terdapat sipon, saat terjadi retakan air masuk dan mengalir ke jalur yang terhubung ke pemukiman warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan sementara diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hingga lima hari.

Salah satu warga setempat, Niha, mengaku kejadian banjir tersebut baru pertama kali dialami warga Kampung Badami.

“Saya tidak tahu persis jam kejadiannya, tahu-tahu sudah ramai. Baru kali ini daerah Badami kebanjiran,” ungkapnya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network